
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Badung, Bali berupaya keras mengatasi kemacetan di kawasan wisata dengan membangun transportasi publik.
Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan, ada beberapa solusi yang segera akan dikerjakan dalam waktu dekat ini.
Pertama adalah pembangunan mass rapid transit (MRT) yang akan menghubungkan Bandara Ngurah Rai, Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, dan Pantai Brawa. Proses pembangunan MRT ini sudah dikonsultasikan dengan pusat dan provinsi.
“Kita menggunakan sistem B to B (Bussiness to Bussiness). Beberapa kajian awal sudah dilakukan dan sudah disetujui pusat. Pemprov Bali juga melalui Penjabat Gubernur Bali sangat mendukung juga. Ketika MRT sudah dibangun maka krodit lalulintas di destinasi wisata akan teratasi,” ujar Nyoman, Senin (15/7).
Pembangunan MRT tidak menggunakan biaya pemerintah tetapi diserahkan ke swasta.
Selain MRT, Pemkab Badung berencana untuk membangun tol laut yang akan menghubungkan Bandara Ngurah ke arah Kuta, Legian, Seminyak, Canggu, Pantai Brawa dan ke arah selatan hingga ke Uluwatu.
Pembangunan tol laut ini akan dilakukan bersama dengan pelebaran sempadan pantai hingga 35 meter ke darat.
Tujuannya agar wisatawan yang turun di Bandara Ngurah Rai, dan untuk menjangkau akomodasi hotel dan restoran, tidak perlu lagi melalui jalur darat tetapi bisa melalui tol laut.
Tol laut ini akan dilengkapi dengan stasiun pemberhentian di beberapa titik destinasi wisata.
Pemerintah juga akan membangun jalan lingkar luar Badung Selatan hingga ke Uluwatu untuk mengurai kemacetan. Jalan lingkar luar ini akan menelan anggaran sebanyak Rp550 miliar.
Pengerjaan proyek dimulai di Simpang McD berputar ke selatan dengan anggaran Rp50 miliar. Kemudian jalan lingkar luar Uluwatu dengan anggaran Rp500 miliar. Pembangunan jalan lingkar luar ini dibiayai oleh Pemkab Badung. (Aci/S-01)







