
GUBERNUR Jawa Barat, Dedi Mulyadi menjemput warganya yang diduga menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual di Maumere, Kabupaten Sikla, Nusa Tenggara Timur (NTT). KDM tiba di Maumere pada Senin (23/2/2026).
Direncanakan, para korban kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual itu akan diterbangkan dari Labuan Bajo ke Jakarta pada Rabu (25/2/2026) untuk selanjutnya menempuh perjalanan ke Bandung.
Jumlah warga Jabar yang dipulangkan sebanyak 12 orang, sedangkan satu orang lainnya sudah meninggalkan NTT lebih dulu.
Setibanya di Bandung, para korban bakal tinggal sementara di Rumah Perlindungan Sementara Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat.
Menjadi saksi
Saat melakukan penjemputan KDM didampingi oleh Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian dan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein. Ia juga melibatkan pihak Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jabar.
Menurut KDM, kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual ini akan ditindaklanjuti ke ranah hukum. Para korban bakal menjadi saksi kasus tersebut.
Ia berharap, kasus serupa tidak terulang. “Jangan lagi ada warga Jabar yang pergi ke luar tanpa arah dan tujuan, makanya di Jabar akan diperbanyak lapangan pekerjaan,” ujar KDM, Senin (23/2/2026).
Sebelumnya, sebanyak 13 warga Jabar dilaporkan menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual saat bekerja di Maumere. Mereka merupakan warga Purwakarta, Cianjur, Kota Bandung, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. (RO/YY/N-01)






