
MENDEKATI volume perjalanan kereta api yang melonjak pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang.
Menurut Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, kegiatan itu diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada pengguna jalan atau pengendara agar selalu disiplin, berhati-hati, serta mematuhi aturan yang berlaku.
Selain itu juga untuk menekan potensi gangguan perjalanan kereta api. Terlebih lagi, banyak lintasan sebidang yang merupakan lokasi dengan intensitas lalu lintas kendaraan dan perjalanan kereta api yang cukup tinggi.
Karena itu edukasi dan sosialisasi yang berkesinambungan seperti ini sebagai bagian dari komitmen KAI Daop 6 dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api.
Pelanggaran hukum

“Keselamatan adalah prioritas utama KAI, kegiatan sosialisasi ini untuk mengedukasi dan mengingatkan masyarakat agar selalu disiplin mematuhi seluruh aturan yang berlaku dan berhati-hati di perlintasan sebidang,” ujarnya.
“Menerobos palang pintu bukan hanya berbahaya, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama mewujudkan perlintasan yang aman, tertib, dan bebas kecelakaan,” jelasnya.
Sepanjang 2025, angka kejadian temperan (benturan kereta api dengan kendaraan/orang) teratat sebanyak dari 13 kejadian. Menurut dia, angka ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, 2024 yang tercatat sebanyak 19 kejadian.
“Sosialisasi ini menunjukkan efektivitasnya untuk menurunkan kejadian dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api.” katanya. (AGT/N-01)






