
BANJIR bandang kembali melanda Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada kamis (1/1) dinihari WIB. Dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dalam satu hari, tercatat lima kali banjir bandang
“Banjir bandang disertai bunyi gemuruh di hulu Sungai Muaro Pisang terjadi sekitar pukul 01.45 WIB,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Abdul Ghafur di Lubuk Basung, Kamis.
Ia mengatakan gemuruh terdengar beberapa kali di hulu sungai tersebut, sehingga masyarakat berhamburan keluar rumah.
Warga yang tinggal di sepanjang sungai mengungsi ke sekolah, rumah warga, dan lokasi aman lainnya setelah rumah mereka digenangi material lumpur dan bebatuan.
Langsung mengungsi
“Tidak ada korban akibat kejadian itu, karena warga langsung mengungsi saat mendengar gemuruh di hulu sungai,” katanya.
Ia menambahkan, material banjir bandang juga menutupi badan jalan provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Kota Bukittinggi.
Dengan kondisi itu, jalan tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. “Alat berat telah dikerahkan untuk membersihkan material banjir bandang berupa lumpur dan bebatuan,” katanya.
Ia mengakui banjir bandang tersebut akibat curah hujan cukup tinggi melanda daerah itu pada Rabu (31/12) malam, sehingga material bekas tanah longsor di hulu sungai turun dan mengakibatkan sungai meluap. (*/N-01)







