BPPTKG Pastikan Merapi Tetap Aman meski Erupsi

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat selama sepekan terakhir,  19-25 Desember, terjadi 6 kali awan panas guguran dan 146 guguran lava dari puncak Gunung Merapi.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa menjelaskan awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter mengarah ke hulu Kali Boyong, Bebeng dan Sat/Putih).

“Guguran lava yang dapat teramati adalah sebanyak 4 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh maksimum 1.800 meter, 92 kali ke arah hulu Kali Krasak sejauh maksimum 1.900 meter, 15 kali ke arah hulu Kali Bebeng sejauh maksimum 1.700 meter dan 46 kali ke arah hulu KaliSat/Putihsejauh maksimum 2.000 meter,” katanya

BACA JUGA  Awan Panas Guguran Kedua Gunung Merapi Hari Ini Lebih Lama

Perubahan morfologi

Kubah Merapi. (Dok.Ist)

Pada periode pengamatan ini BPPTKG juga menganalisa terjadinya perubahan morfologi. Ia menjelaskan, teramati adanya sedikit perubahan morfologi pada Kubah Barat Daya akibat perubahan volume kubah dan aktivitas guguranlava.

Sedangkan untuk Kubah Tengah, tidak teramati adanya perubahan morfologi.Berdasarkan analisis foto udara tanggal 13 Desember 2025, jelasnya volume Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah berturut – turut adalah sebesar 4.171.800 meter kubik dan 2.368.800 meter kubik.

Pada periode pengamatan ini, lanjutnya terjadi pula 6 kali gempa Awan Panas Guguran (APG), 10 gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 444 gempa Fase Banyak (MP), 641 gempa Guguran (RF) dan 4 gempa Tektonik (TT) yang terekam oleh jaringan seismik yang terpasang di Gunung Merapi dan sekitarnya.

BACA JUGA  Libur Lebaran, Borobudur dan Prambanan Diserbu Wisatawan

Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini katanya lebih tinggi dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya.

Aktivitas vulkanik

Sepanjang periode pengamatan, imbuhnya Gunung Merapi tampak mengeluarkan asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, bertekanan lemah, dan dengan tinggi asap bervariasi dari 10 meter hingga 250 meter.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif sehingga status aktivitas masih dipertahankan dalam tingkat Siaga atau Level III.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” katanya. (AGT/N-01)

 

BACA JUGA  Selama Seminggu Ada Empat Kali Awan Panas Guguran Merapi

Dimitry Ramadan

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

  • May 14, 2026
Smamda Sidoarjo Kucurkan Beasiswa untuk Siswa Berprestasi

Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

  • May 14, 2026
Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, 50 Biksu Thudong Disambut Hangat Warga

Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas

  • May 14, 2026
Dugaan Penggelapan Uang Kasur, Saksi Ungkap 7 Ponpes Sudah Lunas

Juara Coppa Italia, Inter Milan Kawinkan Gelar

  • May 14, 2026
Juara Coppa Italia, Inter Milan Kawinkan Gelar

Gilas Crystal Palace, Manchester City Jaga Asa Juara

  • May 14, 2026
Gilas Crystal Palace, Manchester City Jaga Asa Juara

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC