Sidak Pasar Larangan, Khofifah tak Temukan Beras SPHP

GUBERNUR Jawa Timur,  Khofifah Indar Parawansa melakukan sidak ke Pasar Tradisional Larangan Kabupaten Sidoarjo, Senin (25/8). Dalam sidak tersebut Khofifah tidak menemukan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) di pasaran.

Dalam sidak di Pasar Larangan ini Khofifah melakukan tanya jawab dengan sejumlah pedagang. Para pedagang menyampaikan keluhan menjual beras SPHP harus melalui aplikasi.

Pedagang beras di Pasar Larangan mengeluhkan belum adanya realisasi dari pengisian aplikasi yang diwajibkan Bulog.

“Belum pernah dapat stok beras SPHP lewat aplikasi. Masyarakat memang banyak cari beras ini karena harganya lebih murah dan sesuai kebutuhan rumah tangga. Kalau dari aplikasi, kami ambil sendiri, tapi belum ada verifikasi resmi dari Bulog ke toko kecil seperti kami,” kata Eko,35, salah satu pedagang beras.

BACA JUGA  Cek Volume Minyakita, Polda DIY Terjunkan Satgas Pangan

Pendistribusian beras

Situasi ini menunjukkan adanya tantangan dalam pendistribusian beras SPHP meski pemerintah telah mengupayakan berbagai langkah agar kebutuhan pangan masyarakat, khususnya golongan menengah ke bawah, bisa terpenuhi.

Khofifah mengatakan, pengisian aplikasi dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan. Setelah mengisi aplikasi, Khofifah meminta koordinasi segera dilakukan agar pasokan beras medium, khususnya SPHP yang berada di kewenangan Bulog, bisa segera disalurkan.

“Rata-rata kebutuhan beras medium ini memang lebih tinggi yang dibutuhkan oleh masyarakat dibanding premium,” kata Khofifah.

Sesuai SOP

Lebih lanjut Khofifah menjelaskan bahwa pertemuan dengan Menteri Koordinator Perekonomian dan Bulog telah dilakukan untuk mengatasi persoalan ini.

“Ada regulasi dari Bapanas, dan kami sudah mengundang perwakilan institusi terkait. Harapan kami distribusi beras medium, terutama SPHP, bisa dimaksimalkan sesuai SOP dalam waktu dekat, paling lambat akhir Agustus,” kata Khofifah.

BACA JUGA  Peringati 19 Tahun Lumpur Lapindo, Warga Tabur Bunga

Terus berkoordinasi

Sementara itu Bupati Sidoarjo Subandi mengaku terus berkoordinasi dengan Bulog agar distributor segera menjalankan perintah terkait distribusi beras medium.

“Dengan sistem aplikasi yang mengharuskan pembayaran tunai, kami terus berkomunikasi dengan Bulog supaya distribusi bisa berjalan lancar. Kebutuhan beras medium sangat besar di Sidoarjo yang merupakan kota industri,” kata Subandi.

Bupati mengaku akan mengundang perwakilan Bulog untuk mencari solusi terbaik. Setelah ini pihaknya juga akan sidak ke seluruh pasar agar stok beras medium bisa terpenuhi sesuai perintah Gubernur. (OTW/N-01)

BACA JUGA  Satgaspam Bandara Juanda Gagalkan Penyelundupan 60 Ribu Benih Lobster

Dimitry Ramadan

Related Posts

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

KEJAKSAAN Agung (Kejagung) mengungkap modus kasus dugaan rekayasa ekspor Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah minyak sawit 2022-2024. Saat ini Kejagung sudah menetapkan 11 tersangka terkait kasus tersebut. Kejagung…

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

MENDEKATI volume perjalanan kereta api yang melonjak pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Menurut Manager Humas PT KAI Daop 6…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

  • February 11, 2026
Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

  • February 10, 2026
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

  • February 10, 2026
Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

  • February 10, 2026
KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

  • February 10, 2026
Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026

  • February 10, 2026
Wabup Sleman Buka TMMD Sengkuyung Tahap I 2026