
LEBIH dari 100 lukisan bertema Bung Karno karya 50 seniman asal Jawa Tengah ditampilkan dalam acara Pameran Lukisan Bung Karno di Gedung Oudetrap, kawasan Kota Lama, Semarang.
Pameran ini berlangsung dari 26 hingga 30 Juni 2025 dan terbuka gratis untuk umum.
Pengunjung diajak menyelami sejarah dan mengenal lebih dekat sosok Proklamator RI, Ir. Soekarno, dari berbagai perspektif melalui karya seni rupa.
Wali Kota Semarang, Agustina, mengatakan bulan Juni memiliki makna penting bagi bangsa Indonesia, karena menjadi bulan lahirnya Pancasila dan dikenal sebagai Bulan Bung Karno. Karena itu, Pemerintah Kota Semarang menggelar Festival Mustika Rasa, yang di dalamnya mencakup Pameran Lukisan Bung Karno.
“Pameran ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Festival Mustika Rasa, sebuah agenda kebudayaan berskala nasional,” ujar Agustina, Jumat (27/6).
Lukisan-lukisan yang ditampilkan menggambarkan sosok Presiden pertama Indonesia dalam berbagai dimensi dan gaya, termasuk sebagai negarawan yang menjunjung tinggi nilai-nilai perjuangan.
Ragam aliran lukisan seperti realisme, naturalisme, hingga ekspresionisme memberi warna pada pameran ini.
“Setiap karya mengekspresikan emosi dan semangat Bung Karno dalam sudut pandang yang unik dari masing-masing seniman,” tambah Agustina.
Pameran ini juga bertujuan sebagai sarana edukasi dan visualisasi sejarah, sekaligus membangkitkan semangat kebangsaan melalui medium seni rupa.
“Selain menjadi ruang berekspresi bagi para perupa, kami harap pameran ini dapat menjadi media refleksi yang kuat dan menjadikan Bung Karno sebagai inspirasi bagi generasi muda untuk terus bergerak, berpikir kritis, dan mencintai tanah air dengan caranya masing-masing,” tuturnya.
Pameran dibuka setiap hari pukul 10.00–21.00 WIB tanpa dipungut biaya. Masyarakat dari berbagai kalangan diundang untuk datang dan menikmati karya-karya seni bertema Soekarno.
“Silakan manfaatkan akhir pekan bersama keluarga atau sahabat untuk menjelajahi dan mengapresiasi karya-karya lukis Bung Karno di Oudetrap. Mari rayakan ruang hidup berkesenian yang memantik semangat kebangsaan di bulan Juni ini,” pungkas Agustina.







