
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) salurkan bantuan makanan dan tenda keluarga bagi pengungsi mandiri terisolir di Lewotobi, Flores Timur, Jumat (15/11).
Mereka adalah warga Desa Lewotobi, Kecamatan Ilebura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 81 jiwa dari Desa Hokeng Jaya, Klatanlo, dan Boru terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini mengungsi ke rumah kerabat di Desa Lewotobi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan, Sabtu (16/11) menyatakan bahwa BNPB menyerahkan bantuan logistik.
Bantuan itu berdasarkan permintaan warga yang disampaikan melalui Kepala Desa Lewotobi, Tarsisius Muda.
Tarsisius melaporkan bahwa wilayahnya tidak terdampak erupsi secara langsung. Namun imbas erupsi mengakibatkan warganya kesulitan mengakses kebutuhan dasar.
Serta terhambatnya mobilisasi warga dari Maumere, Kabupaten Sikka sebagai pusat pergerakan kehidupan mereka.
“Hal ini disebabkan akses jalan menuju desa terdekat masuk dalam zona wilayah rawan bencana yang setiap saat dapat ditutup sesuai rekomendasi otoritas terkait,” terangnya.
Desa Lewotobi mer letaknya di sebelah tenggara Gunung Lewotobi Laki-laki.
Jarak dari puncak gunung sekitar 8,6 kilometer dari puncak dan tidak termasuk dalam wilayah kawasan rawan bahaya yang ditetapkan pemerintah yaitu 7 kilometer.
Desa ini juga terlindung darii Gunung Lewotobi Perempuan. Ketika terjadi erupsi, desa ini terdampak abu vulkanik.
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Lukmansyah didampingi Ary Laksmana Widjaja dan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT serta personel Satgas Poslap Konga langsung meninjau ke lokasi.
Melalui penyaluran bantuan ini, Pemerintah ingin memastikan bahwa semua warga terdampak erupsi terpenuhi kebutuhan dasarnya.
“Pemerintah sangat peduli dengan kejadian erupsi ini. Presiden Prabowo pun selalu berpesan agar kebutuhan dasar warga terdampak tercukupi,” kata Lukmansyah.
“Kami memang tidak mengarahkan warga di sini untuk mengungsi karena wilayahnya masih aman,” lanjutnya.
Ia mengakui bahwa akses dari dan menuju desa ini terhambat sehingga mereka terisolir.
BNPB salurkan bantuan logistik
Bantuan yang dibawa BNPB untuk warga Desa Lewotobi meliputi paket sembako 50 paket, hygene kit 20 paket, dan makanan bayi 20 pack.
Kemudian matras 100 pcs, sleeping bag 20 pcs, tenda keluarga 2 unit, selimut 15 pcs, dan kasur lipat 20 pcs.
Lukmansyah meminta warga terdampak untuk aktif berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat guna pendataan relokasi.
Pemerintah pusat melalui BNPB memiliki skema dana stimulan untuk perbaikan rumah rusak akibat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.
Dana stimulan untuk rumah rusak berat Rp60 juta, rumah rusak sedang Rp30 juta, dan rumah rusak ringan Rp15 juta. (*/S-01)







