Peduli Industri Herbal, Irwan Hidayat Terima Gelar Doktor Kehormatan

DIREKTUR PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk., Irwan Hidayat, menerima Penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Negeri Semarang (UNNES). Gelar Dr. (H.C) dalam bidang Ilmu Manajemen Mutu (Branding) ini diberikan oleh Rektor UNNES, Prof. Dr. S. Martono, M.Si. di Gedung Prof. Wuryanto (Auditorium) UNNES, Semarang pada Rabu (13/11)

Dalam pidato pengukuhannya, Irwan Hidayat menyampaikan orasi ilmiah berjudul ‘The Story of Tolakangin, Dari Indonesia Untuk Dunia: Model Manajemen Produk dan Branding Berbasis Nilai’.

Ia menekankan pentingnya inovasi dan penelitian dalam mengembangkan produk herbal yang tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga bersaing di pasar internasional.

Gelar kehormatan diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi Irwan Hidayat dalam mewariskan budaya dan kearifan lokal ke dalam strategi branding Tolakangin.

Penganugerahan gelar Doktor Honoris Causa ini bukan hanya sekadar penghormatan, tetapi juga pengakuan atas kontribusi Irwan Hidayat dalam memajukan industri herbal di Indonesia.

Melalui pendekatan berbasis riset, ia berhasil mengembangkan produk-produk yang tidak hanya memenuhi standar kualitas nasional, tetapi juga internasional.

BACA JUGA  Dukung Pelestarian Budaya, Puan Maharani Kunjungi Pabrik Jamu Sido Muncul

Kekayaan alam

Inovasi yang dilakukan Sido Muncul menjadi contoh nyata bagaimana produk lokal dapat bersaing di pasar global dengan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia.

Salah satu produk Sido Muncul, Tolakangin adalah produk herbal yang telah menjadi simbol pengobatan tradisional Indonesia. Tolakangin secara konsisten memanfaatkan akar tradisi untuk membangun kepercayaan pelanggan dan menegaskan keaslian khasiatnya.

 Penelitian Irwan berfokus pada strategi manajemen branding yang unik. Ia menggabungkan identitas budaya Indonesia dengan kebutuhan kesehatan konsumen, serta menyoroti potensi obat tradisional untuk hidup berdampingan dengan perkembangan kesehatan modern.

Penelitian Irwan juga menjelaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam sebuah merek. Tolakangin, sebagai jamu alami, memanfaatkan storytelling dan testimoni konsumen untuk menciptakan hubungan emosional yang kuat.

 Ia mengeksplorasi industri kesehatan di Indonesia, memberikan perspektif baru tentang bagaimana keterikatan emosional dapat meningkatkan loyalitas konsumen dan pengenalan merek.

Irwan menyampaikan terima kasih kepada UNNES atas penganugerahan gelar kehormatan yang Ia terima.

BACA JUGA  Sido Muncul Gaet Alize Lim Jadi Brand Ambassador

 “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rektor UNNES beserta seluruh jajarannya, juga kepada keluarga saya, keluarga besar Sido Muncul, serta sahabat-sahabat yang selalu mendukung saya,” ungkap Irwan saat memberikan orasi ilmiah.

Aman dikonsumsi

Menurut Irwan, hal-hal yang Ia lakukan sebagai produsen Tolakangin adalah bentuk tanggung jawabnya kepada para konsumen.
Tolakangin pertama kali diresepkan pada tahun 1930 dan mulai diproduksi secara pabrik 1951.

Produk ini dinyatakan aman untuk dikonsumsi dalam jangka panjang, sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Dengan tagline ‘Orang Pintar Minum Tolak Angin,’ produk ini berhasil mengubah persepsi masyarakat, dari yang sebelumnya menganggap jamu hanya untuk masyarakat tradisional, menjadi pilihan modern yang aman, praktis, dan terjangkau.

Terus berkontribusi

Rektor UNNES, Prof. Dr. S Martono, M.Si. mengucapkan selamat kepada Irwan Hidayat atas penganugerahan gelar Doktor Kehormatan tersebut.

“Gelar Doktor Kehormatan yang kami berikan kepada Bapak Irwan Hidayat pada hari ini bukan hanya sebagai pengakuan atas karya-karyanya yang luar biasa, tetapi juga sebagai wujud penghargaan terhadap semangat dan dedikasi beliau dalam memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kemanusiaan,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomika dan Bisnis itu.

BACA JUGA  Polda Jateng Gaet USM Cegah Kekerasan di Sekolah

Kami, imbuhnya, percaya bahwa gelar ini akan semakin memotivasi Bapak Irwan Hidayat untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan bangsa.

Dengan penganugerahan Gelar Doktor Honoris Causa ini, Irwan Hidayat tidak hanya mendapatkan penghargaan atas dedikasinya dalam memajukan industri herbal, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak pelaku industri lainnya untuk terus berinovasi dan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.

Melalui komitmennya terhadap kualitas dan keberlanjutan, Irwan menunjukkan bahwa produk Indonesia dapat bersaing di pasar global dengan memanfaatkan kekayaan budaya dan alam yang dimiliki.(Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Kemarau Panjang Sebabkan Karhutla di Garut

KEBAKARAN hutan dan lahan di Gunung Putri, tepatnya Blok Cijolang, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut akibat kemarau panjang. Kejadian tersebut, membakar lahan seluas 1 hektare. Camat Tarogong Kaler,…

OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menyetujui penggabungan PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Rizky Barokah ke dalam PT BPRS PNM Mentari sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur industri BPR Syariah agar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

AS dan Iran Didesak Lakukan Gencatan Senjata Selama 10 Hari

  • July 22, 2026
AS dan Iran Didesak Lakukan Gencatan Senjata Selama 10 Hari

Menkes Sebut Rokok Elektrik juga Berbahaya untuk Kesehatan

  • July 21, 2026
Menkes Sebut Rokok Elektrik juga Berbahaya untuk Kesehatan

Kemarau Panjang Sebabkan Karhutla di Garut

  • July 21, 2026
Kemarau Panjang Sebabkan Karhutla di Garut

OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari

  • July 21, 2026
OJK Setujui Penggabungan BPRS Rizky Barokah ke BPRS PNM Mentari

Dedi Usul Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Begal di Bandung Raya

  • July 21, 2026
Dedi Usul Penempatan Aparat Bersenjata di Titik Rawan Begal di Bandung Raya

MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras

  • July 21, 2026
MUI Sidoarjo Desak Pemkab Tindak Tegas Praktik Penjualan Miras