Liburkan Penggawa PSS, Kiat Coach Wagner Jaga Mental Pemain

SETELAH kalah tiga kali berturut-turut pada awal kompetisi BRI Liga 1 2024/2025 ini, pelatih kepala PSS Sleman Coach Wagner Lopes liburkan pemain selama dua hari.
Coach Wagner Lopes, mengatakan keputusan liburkan pemain dua hari tersebut membawa dampak positif terhadap kondisi psikologis pemain.
“Kami sudah memberikan program-program latihan agar pemain kembali percaya diri menghadapi pertandingan berikutnya. Fokus kami adalah mengembalikan semangat dan keyakinan mereka untuk tampil maksimal,” ucapnya seusai latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Jumat (30/8) sore.
Coach Wagner mengatakan selama libur, juga akan dilakukan evaluasi yang tidak hanya difokuskan pada satu lini saja.
Sepak bola permainan tim yang mengandalkan kerja sama, dan kontribusi dari semua pemain di setiap posisi.
“Saya tidak akan memberikan sorotan hanya kepada satu lini saja. Melainkan kepada bagaimana tim ini bekerja sama,” ungkap Wagner Lopes.
Pelatih kepala menegaskan, sepak bola adalah kerja sama tim, sehingga setiap pemain di semua lini memiliki peran yang penting dan tanggungjawab yang harus dipenuhi.
“Evaluasi akan diberikan kepada seluruh lini, bukan hanya pada satu bagian saja,” imbuhnya.
Dikatakan seluruh pemain harus sadar diri dengan hasil buruk dan lebih fokus untuk memperbaiki performa di pertandingan berikutnya.
Coach Wagner  juga memberikan instruksi kepada seluruh pemain PSS untuk terus berusaha dengan kegigihan tinggi lepas dari situasi buruk. Ia percaya dukungan dan doa suporter PSS Sleman terus mendampingi baik di saat susah dan senang.
“Pemain harus menyadari bahwa mereka bermain bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kesetiaan suporter yang selalu ada di belakang kita. Ini adalah momen bagi kita untuk bekerja lebih keras dan membuktikan bahwa kita pantas mendapatkan dukungan mereka,” pungkasnya. (AGT/W-01)

BACA JUGA  Sukses Redam Persija, Posisi PSS belum Aman

bowo prasetyo

Related Posts

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

UNTUK membantu meringankan beban para korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi, pemerintah mengirimkan Bantuan Presiden (Banpres) berupa 50.000 paket…

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) masih terus mengevakuasi dan melakukan pendataan para korban gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

  • August 15, 2026
Mahasiswa UGM Kembangkan Pembayaran Digital Lewat Sidik Jari

Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

  • August 15, 2026
Pemerintah Kirim 50 ribu Paket Sembako untuk Korban Gempa NTT

Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

  • August 15, 2026
Korban Meninggal Dunia akibat Gempa M 7,7 di NTT Terus Bertambah

Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

  • August 15, 2026
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Gangguan Kegiatan Keagamaan di GMS Bantul

Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

  • August 15, 2026
Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara

  • August 15, 2026
Bupati Ponorogo Nonaktif Sugiri Sancoko Divonis 6,5 Tahun Penjara