
PEMERINTAH pusat memastikan peletakan batu pertama (groundbreaking) Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legok Nangka yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat akan dilakukan pada akhir Agustus nanti.
“Terkait pembangunan TPPAS Legok Nangka, Pak Presiden Jokowi bilang mau groundbreaking akhir bulan ini Agustus dan diperkirakan pembangunanya membutuhkan waktu 2 tahun,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan saat meninjau Sektor 9 Citarum di Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Sabtu (10/8).
Menurut Luhut, proyek TPPAS Legok Nangka nantinya mampu mengelola sebanyak 2.000 ton sampah per hari dan juga diproyeksikan mampu menjadi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).
“Legok Nangka itu mengelola 2.000 ton sampah setiap hari. Makanya enggak kebayang kalau jadi pembangkit Listrik,” ungkap Luhut.
Luhut menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar, juga akan menjalankan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), dengan menggunakan incinerator. Ini dilakukan guna mengurangi timbunan sampah ke TPPAS Legok Nangka.
“Di sini Jabar ada 17 TPST yang dibangun dan mampu mengelola 1.281 ton sampah per hari. Kemudian ada 10 insinerator dengan pengelolaan 2.000 ton per sehari. Makanya insinerator lokal akan kita jalankan supaya mengurangi timbulan sampah yang dibuang ke Legok Nangka,” terang Luhut.
Sangat dinantikan
Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin mengatakan, TPPAS Legok Nangka yang akan menampung sampah dari wilayah Bandung Raya, yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat. Ditambah Kabupaten Garut dan Sumedang.
Ini tentu sangat dinantikan, terutama setelah terjadi kebakaran di TPA Sarimukti yang menyebabkan penumpukan sampah di mana-mana.
“Sampah memang menjadi masalah besar Jabar, selain transportasi, terutama setelah TPA Sarimukti kebakaran. Melalui bantuan dan kerja sama Kemenko Marves, Kemenko Ekonomi juga dari PT PII, akhirnya TPPAS Legok Nangka yang telah diinisiasi sejak 2002 atau 22 tahun lalu. Baru ini ada PKS-nya,” tutur Bey.
Bey berharap proyek ini bisa berjalan dengan lancar, dengan ada komitmen dari bupati/wali kota yang berkaitan dengan Legok Nangka ini, terutama terkait kualitatif dan kuantitatif pengelolaan sampah agar tetap berjalan.
“Saya yakin dengan kerja sama dan komitmen dari semua pihak,TPPAS Regional Legok Nangka ini, bisa menjadi solusi yang efektif danberkelanjutan untuk mengatasi permasalahan sampah di wilayah Jabar,” harap Bey.
Untuk diketahui TPPAS Legok Nangka ini merupakan proyek pengelolaan sampah perkotaan berlokasi di Kabupaten Bandung, dengan luas area 90 Ha dan kapasitas 1.853 hingga 2.131 ton per hari.
Dengan sampah bersumber dari 6 kabupaten/kota yaitu, Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Garut. Lingkup proyek meliputi desai, konstruksi, pendanaan, pengoperasian dan pemeliharaan fasilitas pengelolaan sampah. Dengan perkiraan nilai investasi mencapai Rp4 Triliun. (Rava/N-01)









