Pemkot Bandung Petakan Wilayah Utara dan Timur Rawan Longsor 

DI tengah musim hujan dan cuaca ekstrem saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung  melakukan pemetaan daerah rawan longsor di Kota Bandung. Dari pemetaan itu nantinya masyarakat yang tinggal di zona rawan tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan hasil pemetaan daerah yang rawan longsor yakni di wilayah Bandung Utara dan Bandung Timur.

“Kini kami mulai ancang-ancang untuk melakukan langkah mitigasi eperti di kawasan Isola, ledeng, Tamansari, Cipaganti, hingga Ciumbuleuit yang rentan longsor akibat kepadatan bangunan yang lokasinya berada di lereng curam. Kami minta semua warga di zona rawan harus waspada dan segera melapor jika melihat retakan tanah, pergeseran pondasi atau tanda-tanda awal longsor,” ucap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Selain itu, kata Farhan, kawasan Ujungberung, Cibiru dan Mandalajati juga berpotensi terdampak longsor besar dari kawasan hutan Gunung Manglayang, sehingga dengan adanya potensi tersebut langkah mitigasi mulai dilakukan.

BACA JUGA  Gempa Garut Rusak 67 Rumah di 20 Kecamatan

Patroli kewilayahan

Untuk saat ini pemkot akan mengintensifkan patroli kewilayahan serta pemetaan ulang titik berisiko, termasuk kemungkinan peninjauan ulang terhadap tata ruang di kawasan padat permukiman lereng.

“Di sisi lain, saya juga mengimbau semua warga untuk  meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang saat ini masih melanda wilayah Kota Bandung. Cuaca ekstrem kali ini jangan dianggap remeh sama sekali karena kita tidak pernah tahu besaran curah hujan yang terjadi,” tegasnya.

Farhan juga meminta keselamatan jadi prioritas utama selama musim hujan dan cuaca ekstrem tersebut, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan atau daerah dengan kontur tanah yang rawan longsor. Jadi apabila sudah melihat ada retakan di bangunan, segera mengungsi.

“Selain mengingatkan warga, pemkot juga meminta pemilik dua unit rumah yang berada di RW 05, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, untuk mengungsi. Karena dua rumah milik keluarga Yayat beserta istri dan keluarga Tia dengan tiga anaknya, terancam tergerus longsor, karena lokasi bangunan berada tepat di tebing yang sangat curam.

BACA JUGA  Bandung Jadi Pilot Project Program Makan Bergizi Gratis

“Fondasi bangunan mulai bergeser, posisi rumah berada tepat di atas lereng labil sehingga sudah memasuki fase darurat. Lalu struktur tanahnya tidak stabil. Bahkan rumah ini hanya tertahan di rumpun bambu, risiko terlalu besar jika tetap ditinggali,” jelasnya.

Langkah evakuasi

Menurut Farhan, pemkot pun membuat langkah evakuasi sebagai tindakan untuk pencegahan agar tidak terjadi korban di tengah meningkatnya curah hujan dan cuaca ekstrem di kawasan Bandung Utara.

Dalam kondisi seperti ini, tidak ada pilihan lain. Kalau harus diungsikan, ya diungsikan. Bangunan bisa diperbaiki nanti, tapi nyawa tidak bisa digantikan.

“Kedua keluarga itu dipindahkan ke hunian aman di wilayah Ciumbuleuit. Semua kebutuhan dasar mereka ditanggung pemerintah melalui Dinas Sosial dengan koordinasi langsung dari kecamatan, kelurahan dan unsur RW. Kita sedang menghadapi musim ekstrem. Semua warga di zona rawan harus waspada dan segera melapor jika melihat retakan tanah, pergeseran fondasi atau tanda-tanda awal longsor,” tuturnya.

BACA JUGA  Bank BJB Tandamata tidak Mau Gagal di Kandang Sendiri

Pemkot lanjut Farhan, memastikan proses penanganan dua rumah tersebut tidak berhenti pada pengungsian. Selanjutnya dilanjutkan dengan asesmen teknis, stabilisasi kawasan, dan mitigasi jangka panjang. Pemerintah ingin memastikan warga merasa aman, terpenting saat ini adalah pencegahan, lebih baik bertindak sebelum terjadi dari pada menyesal ketika bencana sudah terjadi. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

CUACA buruk terjadi di kota Bandung pada Sabtu (28/3) siang. Hujan yang disertai angin kencang membuat tiga papan reklame roboh dan menimpa empat unit mobil di Jalan Buahbatu. Menurut Kepala…

Sekitar 700 Ribu Wisatawan Serbu Bandung saat Libur Lebaran

LONJAKAN wisatawan ke Kota Bandung selama libur Lebaran 2026 melampaui ekspektasi. Hingga pertengahan masa libur, jumlah pengunjung tercatat mencapai sekitar 700 ribu orang. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengaku terkejut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

  • March 29, 2026
Jay Idzes dan Safira Ika Putri Raih Gelar Pemain Terbaik

Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

  • March 28, 2026
Resmi Bantu Iran, Houthi Serang Israel dengan Rudal Balistik

Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

  • March 28, 2026
Hujan Angin, Tiga Reklame di Kota Bandung Roboh Timpa Empat Mobil

2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

  • March 28, 2026
2.561.629 Pemudik Sudah Tiba di Jakarta pada H+6 Lebaran

Mantan Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia

  • March 28, 2026
Mantan Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia

Sekitar 700 Ribu Wisatawan Serbu Bandung saat Libur Lebaran

  • March 28, 2026
Sekitar 700 Ribu Wisatawan Serbu Bandung saat Libur Lebaran