Dua Jenazah Pendaki Puncak Cartsensz Pyramid Dibawa ke Jakarta

DUA jenazah pendaki Puncak Cartsensz Pyramid diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai Lion Air, Senin (3/3) pukul 10.45 WIT.

Hal itu disampaikan oleh kata Kapolres Mimika AKBP Billyandha Hildiario Budiman di Timika, Papua Tengah.

Dua jenazah adalah Elsa Laksono dan Lilie Wijayanti Poegiono. Keduanya meninggal karena hipotermia setelah mendaki ke Puncak Cartsensz Pyramid.

“Kedua jenazah berhasil dievakuasi ke RSUD Mimika menggunakan helikopter, Evakuasi lancar meski cuaca buruk masih terjadi,” kata AKBP Billyandha.

Elsa Laksono meninggal dunia saat perjalanan turun dari Puncak Cartsensz Pyramid karena indikasi terkena gejala acute mountain sickness (AMS).

Korban dievakuasi ke RSUD Mimika Minggu (2/3) pada pukul 06.10.

BACA JUGA  Lilie Wijayanti Poegiono Mamak Pendaki 'Istirahat' di Cartsensz

Lilie Wijayanti Poegiono meninggal dunia terkena gejala AMS saat turun dari Puncak Gunung Cartsensz Pyramid, Sabtu (1/3) sekitar pukul 02.07 WIT, setelah dievakuasi oleh rekan dan guide pendamping di Teras Dua.

Lilie Wijayanti Poegiono merupakan pendaki gunung senior. Ia dikenal sebagai mamak pendaki karena saat mendaki Cartsensz hingga summit telah berusia hampir 60 tahun.

Lilie Wijayanti Poegiono lahir di Malang, 2 Oktober 1965 dan tinggal di Bandung. Sedangkan Elsa Laksono lahir di Malang, 24 Juli 1965 dan tinggal di Jakarta.

Keduanya adalah teman sejak SMA di SMA Dempo Malang. Lilie selalu mengajak para perempuan di usia tidak muda lagi untuk hiking dan mendaki gunung. (*/S-01)

BACA JUGA  Jenazah Lilie Disemayamkan di Rumah Duka Nana Rohana

Siswantini Suryandari

Related Posts

Jemaah Umrah dari Bandara Juanda Naik 21 Persen di 2025

BANDARA Internasional Juanda di Kabupaten Sidoarjo mencatat peningkatan atau pertumbuhan positif pada trafik penerbangan umrah sepanjang 2025. Jumlah penumpang penerbangan umrah melalui bandara ini meningkat 21 persen, yaitu dari 330…

Pemerintah Diimbau Ganti Istilah UPF dengan Pangan Olahan

MISKONSEPSI kerap terjadi dalam istilah Ultra Processed Food (UPF). Hal itu menyebabkan pengelompokkan makanan sehat dan tidak sehat menjadi tidak jelas. Pasalnya, definisi Ultra Processed Food (UPF) masih ambigu dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Misi Tanamera Coffee Promosikan Kopi Nusantara ke Dunia

  • February 14, 2026
Misi Tanamera Coffee Promosikan Kopi Nusantara ke Dunia

Jemaah Umrah dari Bandara Juanda Naik 21 Persen di 2025

  • February 14, 2026
Jemaah Umrah dari Bandara Juanda Naik 21 Persen di 2025

Kodim 0612 Tasikmalaya Gelar Munggahan Bersama ulama dan Masyarakat

  • February 13, 2026
Kodim 0612 Tasikmalaya Gelar Munggahan Bersama ulama dan Masyarakat

Bank Indonesia Perwakilan DIY Siap Layani Penukaran Uang

  • February 13, 2026
Bank Indonesia Perwakilan DIY Siap Layani Penukaran Uang

Pemerintah Diimbau Ganti Istilah UPF dengan Pangan Olahan

  • February 13, 2026
Pemerintah Diimbau Ganti Istilah UPF  dengan Pangan Olahan

Unpad Dapatkan Dana Abadi dari ParagonCorp Lewat PKS

  • February 13, 2026
Unpad Dapatkan Dana Abadi dari ParagonCorp Lewat PKS