Beksan Jayenglaga Tampil di Pagelaran Catur Sagotra 2024

BEKSAN Jayenglaga, salah satu tari tradisional Keraton Yogyakarta karya Sri Sultan Hamengku Buwono X ditampilkan di Pagelaran Catur Sagotra 2024.

Beksan Jayenglaga merupakan tari bertema keperwiraan atau keprajuritan. Kisahnya tentang Raden Jayenglaga, senapati perang dari Kerajaan Jenggala yang berperang melawan Prabu Mandrasena.

Peperangan dua panglima ini terjadi setelah Prabu Mandrasena berkeinginan memperluas wilayah kekuasaannya yang kemudian berbenturan wilayah Kerajaan Jenggala.

Dalam peperangan tersebut akhirnya Prabu Mandrasena dapat dikalahkan oleh Raden Jayenglaga.

Cerita yang dituturkan melalui Beksan Jayenglaga, berasal dari kisah dalam Wayang Gedhog yang ditulis dalam Serat Kandha Klangenan Dalem Beksan Lawung Ringgit.

Serat ini ditulis  pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I yang kini tersimpan di British Library.

BACA JUGA  Bayar Zakat Lewat Baznas, Sultan Minta Jaminan tidak untuk MBG

Pagelaran Catur Sagotra

Kisah Raden Jayenglaga itu juga ditulis dalam Serat Kandha Kalangenan Dalem Beksan Kuda Gadhingan yang ditulis semasa Sri Sultan Hamengku Buwono V. Manuskrip ini kini disimpan di Perpustakaan Kawedanan Widya Budaya.

Cerita yang dituturkan melalui beksan berasal dari kisah dalam Wayang Gedhog yang ditulis dalam Serat Kandha Klangenan Dalem Beksan Lawung Ringgit.

Serat ini ditulis  pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I yang kini tersimpan di British Library.

Penghageng Kawedanan Kridhamardawa KPH Notonegoro mengatakan Beksan Jayenglaga, menjadi tarian atau beksan kakung yang terbaru karya Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Pada awal Agustus, beksan ini ditampilkan dalam Pagelaran Catur Sagotra 2024 di Benteng Vredeburg Yogyakarta.

BACA JUGA  Kapolri Lepas Ajang Balap Sepeda Tour of Kemala 2025

Catur Sagotra selama ini telah menjadi sarana anjangsana budaya dari empat praja atau Dinasti Mataram di Yogyakarta dan Surakarta.

Setiap tahun, Pergelaran Catur Sagotra yang diadakan secara bergantian. Dan tahun 2024 ini tema yang dipilih adalah keprajuritan.

Pada pergelaran Catur Sagotra 2024, Keraton Yogyakarta menyuguhkan Beksan Jayenglaga karya Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Sedangkan Keraton Surakarta menyajikan Beksan Wireng Wira Iswara karya Sri Susuhunan Paku Buwono XIII.

Dan Pura Mangkunegaran menyajikan Srimpi Suralaksana karya KGPAA Mangkoenagoro X, serta  Pura Pakualaman menyajikan Beksan Inum karya KGPAA Paku Alam VII. (AGT/S-01)

BACA JUGA  Presiden Minta Anak-anak Sekolah tidak Dilibatkan Menyambutnya

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sambut HUT Bhayangkara, Polresta Sidoarjo Bagikan Sembako dan Air Bersih

DALAM rangka memperingati HUT Bhayangkara ke-80, Polresta Sidoarjo menggelar aksi bakti sosial (baksos), membagikan 500 paket sembako dan menyalurkan bantuan air bersih, di Desa Banjarasri Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (18/6).…

Menteri PPPA Berharap SR Bisa Lahirkan Generasi Berkualitas

SEKOLAH Rakyat (SR) yang ada di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat diproyeksikan menjadi solusi untuk membuka akses pendidikan bagi anak yang belum mengenyam bangku sekolah. Lewat program itu juga diharapkan tercipta…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa Murni Proses Hukum

  • June 19, 2026
Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa  Murni Proses Hukum

Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket ke Babak 32 Besar

  • June 19, 2026
Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket  ke  Babak 32 Besar

Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

  • June 19, 2026
Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

  • June 19, 2026
UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

  • June 19, 2026
Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa

  • June 19, 2026
OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa