BPPTKG DIY Catat Puncak Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

BALAI Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta mencatat selama sepekan dari Jumat (30/10) sampai Kamis (5/11) di kawasan puncak Gunung Merapi terjadi 840 kali gempa.

Kepala BPPTKG Yogyakarta Agus Budi Santosa,  menjelaskan, guncangan gempa terbanyak adalah gempa guguran atau RF yang terjadi sebanyak 408 kali.

Disusul gempa fase banyak atau MP sebanyak 344 kali, vulkanik dangkal atau VTB sebanyak 37 kali, gempa hembusan (DG) sebanyak 19 kali, gempa tektonik sebanyak 19 kali, gempa tremor sebanyak 12 kali dan gempa low frequency atau LF sebanyak 1 kali.

“Intensitas kegempaan pada periode pengamatan ini lebih rendah dibandingkan dengan intensitas kegempaan pada minggu sebelumnya. Lampiran 1 (c) menunjukkan pola kegempaan di Gunung Merapi periode tiga bulan terakhir,” kata Agus.

BACA JUGA  Gunung Merapi Alami 1.205 Gempa dan 98 Awan Panas Guguran

Sembilan guguran lava

Ia menambahkan pada pekan pengamatan tersebut teramati terjadi 9 kali guguran lava ke arah hulu Sungai Krasak dengan jarak maksimum 2.000 meter dan 8 kali yang mengarah ke hulu Sungai Sat/Putih dengan jarak luncur sejauh 1.900 meter.

Cuaca di sekitar Gunung Merapi, imbuhnya umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

Sepanjang periode pengamatan, Gunung Merapi tampak mengeluarkan asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal, bertekanan lemah, dan dengan tinggi asap bervariasi dari 25 meter hingga 200 meter.

Pada pekan ini, lanjutnya terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi dengan intensitas hujan tertinggi terjadi pada tanggal 30 Oktober 2026, tercatat di Stasiun Klatakan sebesar 32,21 milimeter/jam selama 18 menit.

BACA JUGA  Pemkab Bandung Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa

Tingkat Siaga

Namun tidak dilaporkan adanya penambahan aliran maupun lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental maka disimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga.

Menurut dia, data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan – barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak. (AGT/M-01)

BACA JUGA  Awan Panas Merapi Luncur 1,5 Km ke Hulu Sungai Boyong

Related Posts

Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

BUPATI Sleman, Harda Kiswaya resmi melepas ribuan peserta ajang lari Sembada Run 2026 yang dipusatkan di landmark Kabupaten Sleman, Lapangan Denggung, Minggu (8/11/2026). Dengan mengusung tema ‘Jiwa Sembada, Raga Berdaya’,…

OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

TINGKAT  inklusi keuangan di Jawa Tengah mencapai 95 persen pada 2026. Namun, capaian tersebut belum diimbangi tingkat literasi keuangan yang baru sebesar 72,8 persen. Kondisi itu menjadi tantangan bagi Otoritas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BPPTKG DIY Catat Puncak Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

  • November 8, 2026
BPPTKG DIY Catat Puncak  Merapi Diguncang 840 Gempa selama Sepekan

Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

  • November 8, 2026
Ribuan Pelari Ramaikan Sembada Run 2026

OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

  • November 8, 2026
OJK Jateng: Inklusi Keuangan Capai 95 Persen, Literasi Masih 72,8 Persen

Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

  • November 7, 2026
Persija Kembali ke Puncak Klasemen, Garudayaksa dan Isenmulang Buat Kejutan

Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai

  • November 7, 2026
Cianjur Tambah Medali Emas di Porprov XV Jabar dari Muaythai

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School