
SEBAGAI bentuk kepeduliannya pada perkembangan sepak bola di Tanah Air, mantan striker timnas Indonesia Sergio Van Dijk bersama mantan pemain timnas lainnya Raphael Maitimo mendirikan Neo Gen Football Academy di Kota Bandung.
Menurut Sergio, dari akademi itu diharapkan menjadi wadah pembinaan untuk mencetak talenta sepak bola muda yang mampu bersaing hingga level profesional.
“Kami ingin membantu anak-anak Jawa Barat dan Bandung membangun jalur menuju sepak bola profesional,” kata Sergio di Bandung, Minggu.
Ia menjelaskan, Neo Gen Football Academy telah memiliki tim kelompok usia U-10 yang dijadwalkan mengikuti turnamen SingaCup di Singapura pada akhir Oktober 2026. Sementara itu, tim U-14 direncanakan tampil dalam turnamen ASEAN Youth Cup pada November mendatang.
Asal mental sejak dini
Menurutnya pengalaman bertanding di level internasional penting untuk memperluas wawasan, mengasah mental, dan meningkatkan kemampuan pemain sejak usia dini.
“Kami memiliki banyak koneksi di luar Indonesia dan ingin anak-anak yang menjadi generasi masa depan sepak bola Indonesia mendapatkan pengalaman bermain di kompetisi internasional,” ujarnya.
Sergio menyampaikan bahwa pembinaan pemain harus dimulai dari tingkat akar rumput atau grassroots agar kemajuan tersebut dapat berkelanjutan dalam jangka panjang.
“Menurut saya, pembinaan harus dimulai juga dari grassroots. Apa yang terjadi sekarang mungkin merupakan keberhasilan jangka pendek, tetapi kami ingin melihat perkembangan dalam jangka panjang,” katanya.
Bertahap
Founder Neo Gen Football Academy lainnya, Rizky Bagja menambahka. akademi itu dibentuk secara bertahap dengan fokus awal pada kelompok usia 10 tahun dan 15 tahun.
Ia mengatakan Neo Gen Football Academy akan menyeleksi sekitar 15 hingga 20 pemain terbaik kelompok usia 10 tahun untuk mewakili akademi dalam Singa Cup di Singapura.
Sementara itu, mantan pemain timnas Indonesia Dedi Kusnandar mendukung berdirinya Neo Gen Football Academy di Kota Bandung sebagai wadah mencetak talenta sepak bola muda yang bersaing hingga level profesional.
“Saya mengapresiasi karena ada banyak wadah bagi anak-anak di Bandung dan Jawa Barat untuk mengekspresikan kemampuan mereka sehingga bisa berprestasi lebih jauh,” kata Dedi. (*/A-01)






