
PARTAI Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cianjur mulai ancang-ancang menghadapi Pemilu Legislatif (Pileg) 2029. PSI pun memasang target enam kursi di DPRD Kabupaten Cianjur.
Target tersebut dinilai tak muluk-muluk. Pasalnya, PSI Kabupaten Cianjur telah melakukan monitoring dan evaluasi organisasi bersama tim PSI Jawa Barat.
Pemilu 2029 menjadi ujian bagi partai untuk mengubah konsolidasi internal menjadi dukungan elektoral. Sebab, pada pemilu sebelumnya pada 2024, PSI di Kabupaten Cianjur tidak mendapatkan kursi.
Berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Cianjur Nomor 2022/2024, PSI mengumpulkan 7.967 dari 1.269.105 suara sah pada Pileg 2024. Perolehan itu setara sekitar 0,63 persen dan belum mendongkrak peroleh kursi dari enam daerah pemilihan.
Ukuran tanggung jawab
Suara PSI tersebar di dapil 1 sebanyak 1.874 suara, dapil 2 sebanyak 1.358 suara, dapil 3 sebanyak 1.918 suara, dapil 4 sebanyak 1.257 suara, dapil 5 sebanyak 1.025 suara, serta dapil 6 sebanyak 535 suara.
Data tersebut memperlihatkan bahwa ambisi enam kursi bukan kelanjutan otomatis dari hasil sebelumnya. PSI harus memperbesar dukungan secara signifikan sekaligus memastikan pertumbuhannya tersebar, bukan terkonsentrasi di satu wilayah.
Ketua DPD PSI Kabupaten Cianjur, Anggarda Giri Rajati, menyatakan target itu harus diperlakukan sebagai ukuran tanggung jawab, bukan sekadar kalimat politik yang menarik perhatian. Menurutnya, target enam kursi menuntut satu taruhan besar pada enam dapil.
“Peta mengajarkan arah. Angka mengajarkan jarak,” kata Anggarda, Senin (5/10/2026).
Skala pekerjaan
Sebagai ilustrasi historis, rekonstruksi hasil 2024 dengan metode Sainte-Laguë menunjukkan kursi terakhir di enam dapil berada pada kisaran 11.150-15.452 suara. Kisaran tersebut bukan ambang resmi untuk 2029 karena perolehan kursi akan dipengaruhi suara seluruh partai, jumlah kursi per dapil, serta kemungkinan perubahan penataan dapil.
Namun, angka itu menggambarkan skala pekerjaan yang harus diselesaikan PSI. Target PSI Cianjur juga berkembang dalam beberapa bulan terakhir.
Target sebelumnya sedikitnya empat kursi. Namun, hasil monitoring terbaru kemudian memunculkan potensi enam kursi.
Perubahan tersebut diposisikan sebagai sasaran organisasi yang masih harus diuji, bukan proyeksi hasil pemilu. Pada monitoring itu, PSI Cianjur menyebut sedang berkomunikasi dengan sejumlah figur yang memiliki pengalaman politik maupun pemerintahan.
Tokoh berpengalaman
Kategorinya tidak kecil seperti mantan pejabat pemerintahan, tokoh politik, ketua partai politik, dan ketua organisasi dengan basis komunitas yang besar serta sejumlah mantan anggota DPRD di berbagai partai.
PSI juga menghadapi tantangan untuk mengintegrasikan figur baru dengan kader yang lebih dulu bekerja di struktur partai. “Masuknya tokoh berpengalaman dapat membawa jaringan dan pengetahuan elektoral,” tegasnya.
Namun, popularitas seseorang tidak otomatis memindahkan seluruh basis pendukungnya. Karena itu, PSI menempatkan penguatan struktur dan pemetaan masalah warga sebagai pekerjaan yang harus berjalan bersama perekrutan figur.
Wilayah selatan Cianjur menjadi salah satu fokus evaluasi. Pada Pemilu 2024, ada dua wilayah yang banyak mencakup kawasan selatan yakni dapil 5 dan dapil 6, hanya menyumbang masing-masing 1.025 dan 535 suara bagi PSI. Dapil 6 menjadi wilayah dengan perolehan terendah partai tersebut. Kondisi geografis menambah tantangan.
Modal baru
Kajian resmi Pemerintah Kabupaten Cianjur mengenai calon Kabupaten Persiapan Cianjur Selatan mencakup 14 kecamatan dan menempatkan aksesibilitas serta rentang kendali sebagai persoalan penting. Bagi partai politik, jarak itu berpengaruh terhadap pembinaan kader, komunikasi organisasi, dan kemampuan menjaga kehadiran secara rutin.
Anggarda mengatakan, modal baru PSI Cianjur terlihat pada data keanggotaan. Ekspor sistem per 4 Oktober 2026 memuat 6.565 pendaftaran aktif yang telah memiliki nomor KTA.
“Pada akhir 2025, basis yang tercatat berjumlah 2.173 sehingga ada tambahan 4.392 pendaftaran sejak Januari 2026,” ujarnya.
Meski demikian, data tersebut tidak dapat langsung dibaca sebagai jumlah kader aktif atau suara. Kolom verifikasi organisasi dan validasi DPP pada data yang tersedia masih belum selesai.
Anggota terverifikasi
PSI masih harus mengubah pendaftar menjadi anggota yang terverifikasi, kader yang bekerja, dan struktur yang memiliki hubungan nyata dengan warga. Ujian lain berada di tingkat tempat pemungutan suara. Pada DPT Pemilu 2024, KPU Kabupaten Cianjur menetapkan 7.278 TPS di 360 desa.
Ketersediaan saksi, pelatihan, jalur pelaporan, dan kepastian dukungan bagi mereka menjadi bagian penting dari kesiapan organisasi. PSI Cianjur berencana menjadikan Rapat Koordinasi Daerah sebagai ruang untuk mempertemukan struktur, tokoh masyarakat, calon kader, bakal calon legislatif, dan jaringan baru.
“Bagi PSI, enam kursi baru memiliki makna apabila target itu dipecah menjadi pekerjaan yang bisa diperiksa. Peta per dapil, struktur aktif per kecamatan, kandidat yang berakar, agenda warga, basis anggota yang valid, serta sistem saksi yang siap,” tuturnya.
Dari titik awal 7.967 suara, tantangan PSI Cianjur bukan hanya membuktikan bahwa partai itu mampu tumbuh. Tantangan sesungguhnya adalah memperlihatkan bahwa pertumbuhan organisasi dapat diterjemahkan menjadi kepercayaan publik di enam dapil. (Shanum/N-01)








