
GUBERNUR Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan penghentian pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence (AI) di kawasan Jatiluhur, Jabar, sebagai upaya untuk menegakkan aturan, terutama melindungi kepentingan masyarakat.
“Ketika saya tanya kemarin, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum keluar. Amdalnya sudah keluar belum? Belum. Ya saya bilang jangan dulu dilaksanakan (pembangunan). Kan izinnya tidak keluar. Kesalahannya di mana? Di Pemda Purwakarta? Bukan. Kesalahannya adalah konsultannya, sampai ketika saya datang belum memasukkan data,” ungkapnya di Bandung, Jumat (2/10).
Gubernur menegaskan kebijakan diambil secara baik sesuai kewenangan provinsi atau kabupaten. Adapun, izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan kewenangan Dinas Lingkungan setempat.
Bersikap objektif
Meski demikian pemerintah selalu bersikap adil dan objektif dalam membuat kebijakan, salah satunya telah meminta kepada akademisi Universitas Indonesia, yang akan mewakili Pemprov Jabar, dalam memberikan tanggapan dan masukan terkait pembangunan pusat data AI.
“Bagi saya pribadi, kalau secara objektif Amdal lulus, ya saya tidak ada masalah untuk dilaksanakan.”
“Kalau menurut Amdalnya tidak boleh, ya saya tidak ada masalah juga dihentikan. Tapi satu catatan, warga Purwakarta yang berkorban untuk kepentingan Jatiluhur harus mendapat akses air. Tidak boleh terganggu,” tandasnya.
Air cukup
Gubernur menambahkan kebutuhan air untuk BDx jika nanti beroperasi dapat dipenuhi dari Waduk Jatiluhur. Air itu diambil dari bagian yang diperuntukkan bagi PDAM Kabupaten Purwakarta, mendapatkan jatah sebesar 3.000 liter per detik.
“PDAM dikasih jatah 3.000 liter per detik. Baru dipakai selama berpuluh-puluh tahun hanya 380 liter per detik, baru dipakai 11% dari jatah yang diberikan. Kalau dari jatah yang diberikan dari 100% baru dipakai 11%, berarti ada 89% air yang tidak dimanfaatkan oleh PDAM.
Sekarang dipakai lagi sebanyak 14% oleh perusahaan. Masih kurang apa nyisa? Nyisa. Sederhana,” terangnya
Sebelumnya, gubernur telah mengunjungi pusat data AI di kawasan Jatiluhur pada Selasa (28/7). Kedatangannya bertujuan untuk memastikan investasi senilai Rp3,5 triliun itu dilakukan di lahan yang aman dari bencana banjir, gempa dan gunung berapi. Selain itu, dia juga memastikan kebutuhan air dan listrik untuk operasional pusat data AI tercukupi. (zahra/M-01)







