
WAKIL Bupati Sidoarjo Mimik Idayana meluapkan kekecewaannya saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada proyek pembangunan rumah pompa di kawasan Lippo Plaza, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Senin (21/9).
Mimik menyoroti rendahnya kualitas material pengerjaan, khususnya pasir yang dinilai banyak bercampur tanah serta komposisi campuran semen yang dianggap tidak memenuhi standar. Padahal proyek senilai Rp2,4 miliar ini urgent untuk penanganan banjir.
”Saya ragu masalah campuran semen, terus material pasirnya. Penampungan air ini harus benar-benar kuat, kualitasnya harus bagus, dan jangan sampai menyalahi aturan,” tegas Mimik di lokasi proyek.
Menurutnya, bangunan penampung air berkapasitas sekitar 1.000 meter kubik dengan dimensi panjang 30 meter, lebar 8 meter, dan kedalaman 3,6 meter tersebut membutuhkan pondasi yang kokoh.
Potensi rembes

Penggunaan pasir berkualitas rendah berisiko memicu rembesan hingga kebocoran di kemudian hari. Oleh karena itu, ia meminta pihak kontraktor segera mengganti material pasir yang kurang layak tersebut dengan pasir berkualitas, seperti pasir Lumajang.
Proyek rumah pompa ini ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan atau pada Desember mendatang guna mengantisipasi banjir akibat tingginya debit air hujan di kawasan Lippo Plaza.
Selain masalah material, Mimik juga mengkritisi skema pembuangan air pompa yang mengarah ke wilayah Sidokare yang notabene langganan banjir.
Ia mengimbau agar dinas terkait segera memikirkan solusi teknis dan melakukan normalisasi sungai agar aliran air tidak justru memperparah banjir di pemukiman padat penduduk Sidokare.
Wakil Bupati menegaskan akan terus memantau jalannya proyek secara berkala. Ia juga mengancam bakal menjatuhkan sanksi berupa denda apabila pihak pelaksana proyek mengalami keterlambatan dalam penyelesaian pengerjaan. (OTW/M-01)






