
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat mengembangkan aplikasi Satu Data Jawa Barat (SADA JABAR) yang mengintegrasikan berbagai data sektoral, seperti pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, kemiskinan, sosial dan kependudukan.
Dengan data yang terpadu, Pemprov Jabar dapat memastikan program dan kegiatan yang dilaksanakan lebih tepat sasaran karena keputusan tidak diambil hanya berdasarkan perkiraan.
Aplikasi buatan Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar tersebut mengintegrasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) serta data pembangunan Jawa Barat sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif.
Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman mengatakan, transformasi digital melalui SADA JABAR menjadi penting karena pemerintah tidak mungkin menyelesaikan persoalan masyarakat jika tidak mengetahui kondisi riil di lapangan.
Gambarkan persoalan masyarakat
Data yang digunakan pemerintah harus mampu menggambarkan persoalan masyarakat secara detail, bahkan hingga tingkat individu dan alamat.
“Untuk kesehatan, untuk pendidikan, untuk pengangguran, untuk kemiskinan, diketahui by NIK, by address. Kita tahu kedalaman,” ucap Herman dalam sambutannya saat menghadiri Forum Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat se-Jawa Barat di Ruang Rapat Papandayan, Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (3/9/2026).
Dengan basis data tersebut, setiap masalah masyarakat diidentifikasi berdasarkan kondisi dan kebutuhan warga yang sebenarnya.
Herman mengibaratkan pendekatan tersebut seperti seorang dokter yang harus mengetahui secara tepat penyakit pasien sebelum menentukan obat dan dosisnya.
Penurunan angka kematian
Di bidang kesehatan, pemerintah juga akan mendorong penurunan angka kematian ibu dan bayi serta TBC. Sementara persoalan pengangguran dan kemiskinan akan menjadi sasaran berikutnya.
“Itu yang akan kita hajar di sini dengan pembangunan. Tetapi kudu gancang, murah, mudah, baik, aman,” tegasnya.
Herman mengatakan transformasi digital melalui SADA JABAR nantinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan internal pemerintah, tetapi juga diarahkan agar masyarakat semakin mandiri dalam mengakses layanan publik.
Ia membayangkan berbagai kebutuhan warga dapat terhubung dengan layanan digital pemerintah sepanjang siklus kehidupan.
“Jadi nanti rakyat Jabar mulai dari lahir, sekolah, nyari kerja, pensiun, sampai mati itu bisa mandiri,” katanya. (RO/YY/N-01)






