
PARA penggemar hewan peliharaan (anabul) tumpah ruah di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (4/9). Mereka begitu antusias menyaksikan pembukaan Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026.
Menurut salah seorang pengunjung, Winnie, ia senang dengan acara IIPE 2026. Sebab selain bisa berinteraksi dengan sesama penggemar anabul, ia juga bisa memilih beragam makanan dan aksesosir.
“Pastinya senang dong. Karena kita bisa ketemu teman-teman. Di sini juga banyak pilihan makanan anabul kita,” ujar Winnie yang datang bersama sepupunya dan anjing pudel kesayangannya yang bernama Arthur.
Hal senada dikatakan Alexa, pengunjung lainnya. Perempuan yang mengaku tinggal di Bintaro itu mengaku sengaja membawa tiga anabul kesayangannya, Louis, Pushkin, dan Melissa itu untuk berinteraksi.
“Senang aja kalo bisa kumpul-kumpul. Sekalian itu bisa ikut kontes juga,” ujar Alexa yang datang bersama suaminya.
Menurut panitia, sebanyak 295 exhibitor mengikuti IIPE 2026 yang berlangsung 4-6 September. IIPE juga disebut sebagai pameran Pet terbesar di Asia Tenggara.
Peluang bisnis
Wakil Bupati Tangerang Inten Nurul Hikmah menilai IIPE 2026 di ICE BSD bisa menjadi peluang bisnis dan ekosistem ekonomi daerah.
“Kami berharap IIPE 2026 dapat berdampak positif bagi perekonomian daerah, khususnya melalui peningkatan investasi, promosi produk lokal, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta terbukanya jejaring bisnis yang lebih luas,” ujar Intan di sela-sela pembukaan acara.
Menurutnya penyelenggaraan pameran para pecinta hewan ini menjadi momentum untuk meningkatkan nilai investasi.”Kami tentu berharap IIPE 2026 mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian regional,” katanya.
Industri kreatif

Dia mendororng agar ekosistem industri hewan kesayangan tidak hanya berfokus pada hewan peliharaan semata, melainkan merambah ke berbagai lini industri kreatif, produk pangan, kesehatan, jasa perawatan, hingga teknologi yang banyak digerakkan oleh pelaku UMKM lokal.
“Selain menyoroti aspek bisnis dan nilai investasi, Wabup Intan juga mengajak seluruh peserta dan exhibitor untuk menjadikan IIPE 2026 sebagai sarana edukasi publik,” ujarnya.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda, menilai kualitas IIPE 2026 diikuti oleh 295 exhibitor terus meningkat setiap tahunnya.
Masih impor
Kendati demikian, tantangan besar dalam hal kemandirian produk dalam negeri, khususnya pada sektor pangan hewan.”Saat ini, sekitar 90 persen produk makanan hewan kesayangan masih bergantung pada impor,” ucapnya.
“Saat ini, sekitar 90 persen produk makanan hewan kesayangan masih bergantung pada impor. Karena itu pemerintah mendorong para pelaku usaha dan inovator lokal untuk memanfaatkan momentum ini agar segera beralih dan memperkuat produksi pangan lokal.”
Di sisi lain, industri obat hewan nasional justru menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Produk obat hewan Indonesia mampu menembus pasar ekspor,” ujar. (*/N-01)








