Demi Keselamatan, Menhut Larang Sementara Pendakian di 9 Taman Nasional

SEIRING meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Tanah Air, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menutup sementara wisata pendakian di sembilan taman nasional yang rentan. Menurut Menhut kebijakan itu diambil untuk mengurangi risiko.

“Secara resmi akan ada surat edaran dari Dirjen KSDAE (Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem), tapi saya bisa umumkan sementara ada penutupan terhadap 9 taman nasional,” kata Menhut Raja Antoni seusai Rakor Penanganan Karhutla di Palembang, Sumatera Selatan, Senin.

Ia mengakui kebakaran di sejumlah taman nasional membuat penanganan karhutla semakin sulit. Saat ini kata Menhut, pemerintah bersama pihak terkait sudah mengirim sejumlah helikopter water bombing ke enam provinsi prioritas yang mengalami Karhutla.

BACA JUGA  Operasi Modifikasi Cuaca Digelar di Kalimantan Selatan

“Mengingat beberapa taman nasional kita juga terjadi kebakaran, kita berupaya melakukan pemadaman dan sekaligus pencegahan,” ujar Menhut.

Jaga keselamatan pendaki

Dia mengatakan penutupan sementara bukan untuk membatasi keinginan para pendaki. Namun ia kembali menjelaskan bahwa penutupan untuk menjaga keselamatan para pendaki dan memperlancar penanganan karhutla.

“Ini sekali lagi maksudnya adalah bukan kita membatasi keinginan para pendaki untuk menaiki taman nasional kita, tapi karena risiko yang sangat tinggi seperti yang terjadi terakhir di Bromo Tengger dan Semeru yang akhirnya mengakibatkan ada 170-an pendaki yang terjebak,” kata Menhut Raja Juli.

Adapun taman nasional yang ditutup sementara yakni pendakian Gunung Semeru di TN Bromo Tengger Semeru, TN Kerinci Seblat, TN Gunung Ciremai, TN Tambora, TN Manusela, TN Bukit Baka Bukit Raya, TN Gunung Gede Pangrango, TN Gunung Leuser, dan TN Lorentz di jalur Ilaga, Tsinga, Sugapa, dan Ugimba.

BACA JUGA  Helikopter H225M/Caracal Bantu Patroli Karhutla Riau

Sementara itu wisata pendakian yang dibuka terbatas yakni TN Gunung Rinjani, TN Gunung Merbabu, Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Hyang (Argopuro) dan TN Gunung Halimun Salak. (*/M-01)

Related Posts

Ukraina Sebut 8 WNI Jadi Tentara Rusia, Kemlu Lakukan Verifikasi

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI mengaku tengah memverifikasi informasi mengenai warga negara Indonesia (wni) yang direkrut jadi tentara Rusia. Saat ini Kemenlu terus berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. “Informasi…

Tabrak Truk Mogok, Seorang Remaja Meninggal Dunia

SEORANG remaja berusia 15 tahun, meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Ring Road Utara tepatnya di Dusun Gandok, Depok, Sleman, pada Senin pagi sekitar pukul 06.20…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ukraina Sebut 8 WNI Jadi Tentara Rusia, Kemlu Lakukan Verifikasi

  • August 31, 2026
Ukraina Sebut 8 WNI Jadi Tentara Rusia, Kemlu Lakukan Verifikasi

Bekuk Manila Digger, Persib Lolos ke Fase Grup ACL Two

  • August 31, 2026
Bekuk Manila Digger, Persib Lolos ke Fase Grup ACL Two

Demi Keselamatan, Menhut Larang Sementara Pendakian di 9 Taman Nasional

  • August 31, 2026
Demi Keselamatan, Menhut Larang Sementara Pendakian di 9 Taman Nasional

Timnas Indonesia U-20 Ditahan Malaysia di Laga Pertama

  • August 31, 2026
Timnas Indonesia U-20 Ditahan  Malaysia di Laga Pertama

Ada Celah Tindak  Pidana pada Penanganan Barang Bukti Digital di Sidang Perpajakan

  • August 31, 2026
Ada Celah Tindak  Pidana pada Penanganan Barang Bukti Digital di Sidang Perpajakan

Tabrak Truk Mogok, Seorang Remaja Meninggal Dunia

  • August 31, 2026
Tabrak Truk Mogok, Seorang Remaja Meninggal Dunia