Banjir Bandang Terjang Parigi, Sulteng

BANJIR bandang menerjang Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 01.00 WITA.

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sangat tinggi, menyebabkan air sungai meluap hingga ke jalan dan permukiman warga.

“Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sehingga air sungai meluap hingga ke jalan dan permukiman,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Parimo, Rivai, Rabu pagi.

Ia mengatakan, laporan kejadian diterima Pusdalops BPBD Parimo pada pukul 01.42 WITA. Hingga pembaruan laporan pukul 07.00 WITA, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Rusak rumah dan ganggu transportasi

Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak terhadap masyarakat di Dusun II sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK) atau 103 jiwa. Sementara di kawasan Perum Nelayan, terdapat 40 KK yang turut terdampak.

BACA JUGA  Gempa Guncang Bandung, 233 Rumah di Garut Rusak

Sebanyak 12 KK dilaporkan mengungsi akibat banjir. BPBD Parimo juga mencatat 12 unit rumah mengalami kerusakan dan 55 unit rumah lainnya terendam.

Selain rumah warga, pagar pabrik durian juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat banjir.

Dampak banjir juga mengganggu akses transportasi di jalur Trans Sulawesi. Jalan tersebut tertimbun lumpur dan material kayu sepanjang sekitar 500 meter yang terbawa arus banjir.

“Banjir sudah surut. Namun, jalan Trans Sulawesi masih macet sepanjang kurang lebih 500 meter akibat timbunan lumpur dan kayu yang terbawa banjir,” ujar Rivai.

Lakukan pendataan

BPBD Parimo bersama lintas sektor, aparat desa, TNI, Polri, dan masyarakat telah melakukan koordinasi serta asesmen atau kaji cepat untuk mengetahui dampak bencana.

BACA JUGA  Ngeri, Tujuh Mayat Ditemukan Mengambang di Kali Bekasi

Sementara itu, pendataan terhadap sektor perkebunan dan pertanian serta perikanan dan peternakan masih dilakukan.

BPBD Parimo mencatat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan warga terdampak, meliputi makanan siap saji, air bersih, tenda pengungsian, logistik penanggulangan bencana, normalisasi sungai, serta pembersihan rumah warga terdampak.

Hingga Rabu pagi, tim BPBD Parimo masih melakukan asesmen dan kaji cepat di lokasi. Penanganan juga dilakukan bersama unsur terkait untuk membersihkan material banjir dan memastikan kondisi warga terdampak. (Lin/M-01)

BACA JUGA  Gunung Ibu Kembali Erupsi, Warga Diminta Mawas Diri

Related Posts

KA Putri Deli Layani 970 Ribu Pelanggan, Perkuat Mobilitas Pesisir Timur Sumut

Kereta Api (KA) Putri Deli mengukuhkan posisinya sebagai moda transportasi rel utama pilihan masyarakat Sumatera Utara. Sepanjang periode Januari hingga September 2026, layanan kereta api kelas ekonomi ini mencatatkan volume…

Pemkab Sleman Serahkan Perbup tentang Batas Kelurahan

PEMKAB Sleman menyelenggarakan acara penyerahan Peraturan Bupati (Perbup) tentang Batas Kelurahan kepada 17 Kalurahan pada Senin, di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman. Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik penyerahan Perbup…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Zelensky Tampik Desakan Trump Agar Mengundurkan Diri

  • October 12, 2026
Zelensky Tampik Desakan Trump Agar Mengundurkan Diri

PSSI Kecam Keras Penyerangan Tim Persib U-18, Sanksi Berat bagi Pelaku

  • October 12, 2026
PSSI Kecam Keras Penyerangan Tim Persib U-18, Sanksi Berat  bagi Pelaku

Walkot Bandung Kecam Penyerangan Rombongan Persib U-18

  • October 12, 2026
Walkot Bandung Kecam Penyerangan Rombongan Persib U-18

UAD Yogyakarta Mulai Terima Pendaftaran Mahasiswa Baru

  • October 12, 2026
UAD Yogyakarta Mulai Terima Pendaftaran Mahasiswa Baru

KA Putri Deli Layani 970 Ribu Pelanggan, Perkuat Mobilitas Pesisir Timur Sumut

  • October 12, 2026
KA Putri Deli Layani 970 Ribu Pelanggan, Perkuat Mobilitas Pesisir Timur Sumut

Pemkab Sleman Serahkan Perbup tentang Batas Kelurahan

  • October 12, 2026
Pemkab Sleman Serahkan Perbup tentang Batas Kelurahan