
SEJUMLAH kesepakatan berhasil disepakati dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi. Salah satu kesepakatan itu yakni percepatan pembangunan Bandara Antariksa.
Hal tersebut diungkapkan Kepala BRIN Arif Satria di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Menurut dia, pembangunan akan dimulai tahun depan.
“Kita sedang persiapkan untuk berkolaborasi dengan India untuk pembangunan bandara antariksa. Ada beberapa calon lokasi, salah satu calon lokasi adalah di Biak,” kata Arif.
Arif mengatakan berbagai persiapan panjang sudah dilakukan bahkan sejak 1980-an. Kerja sama terus berkembang hingga akhirnya di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dapat direalisasi.
Arif mengungkap pihaknya akan membuat perencanaan. Pihaknya juga akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mempersiapkan pembangunan.
Luncurkan satelit
Untuk rencana terdekat, kata Arif, BRIN bakal meluncurkan satelit buatan dalam negeri di India pada Januari 2027 mendatang. Satelit ini hasil kerja sama dengan Indian Space Research Organisation (ISRO) yang berlangsung di Biak, Papua.
“Jadi selama ini kan BRIN dengan ISRO sebagai lembaga antariksa yang ada di India ini memang sudah berkolaborasi untuk monitoring satelit yang ada di Biak. Jadi lokasinya di Biak, kemudian kita memonitor peredaran satelit dari India,” kata Arif.
“Kemudian yang kedua, kita akan melakukan launching satelit yang diproduksi oleh BRIN di India, insyaallah awal Januari 2027, yaitu satelit buatan BRIN,” lanjutnya.
Arif mengatakan keberadaan Bandara Antariksa yang tengah dipersiapkan akan menjadi langkah penting bagi kemandirian peluncuran satelit nasional. Selama ini, satelit-satelit BRIN masih diluncurkan dari India. (*/N-01)






