
PENYAKIT diare di Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami peningkatan sejak Januari hingga Juni 2026. Tercatat ada 17.339 warga yang terkena diare saat musim kemarau.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Asep Surahman mengatakan dari 17.391 warga yang terjangkit, kasus balita tercatat 4.789 atau 22,8 persen.
Menurut Asep saat ini petugas kesehatan terus melakukan edukasi pada masyarakat agar menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS).
“Pergantian musim kemarau sudah terasa dan banyak warga mengalami penyakit batuk, flu, demam, gatal atau kaligata yang menyerang semua umur termasuk balita,” katanya.
Menurutnya, penyakit diare yang terjadi adanya perilaku tidak mengikuti pola hidup bersih dan sehat (PHBS) terutama mencuci tangan. Alergi makanan juga dapat memicu terjadinya diare karena tubuh kehilangan banyak cairan.
“Kami mengimbau masyarakat harus berperan aktif dalam menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS) terutama anak-anak, cuci tangan dengan sabun, memasak air harus benar matang. Kalau anak terserang penyakit demam, flu, batuk dan diare segera membawanya ke puskesmas atau rumah sakit terdekat agar ditangani,” tandasnya. (yey/N-01)






