
PENYAKIT diare di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mengalami peningkatan terjadi sejak Januari hingga Juni 2026 tercatat 10.523 orang. Peningkatan tersebut, terjadi saat musim kemarau dan menyebabkan banyak anak-anak, remaja, orang tua terserang penyakit diare akut dan harus mendapat perawatan .
Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengatakan, musim kemarau panjang telah menyebabkan banyak anak, remaja, orang tua terserang penyakit diare akut tercatat 10.523 orang. Kasus tersebut, mengalami peningkat dan mereka bergejala batuk, flu, demam, gatal atau kaligata, diare hingga dehidrasi.
“Berdasarkan laporan yang diterima Dinas Kesehatan kasus penyakit diare memasuki musim kemarau maupun pancaroba sejak awal Januari hingga Juni tercatat 10.523 orang,” ujar Suryaningsih, Kamis (2/7/2026).
Menurut Suryaningsih, penyakit diare akut di wilayahnya mengalami peningkatan dan petugas kesehatan berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat, seperti menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS), air harus masak, jangan makan yang pedas.
“Pergantian musim hujan ke panas sangat terasa terutama siang dan malam hari hingga banyak warga mengalami penyakit batuk, flu, demam, gatal-gatal,” katanya.
“Penyakit diare yang terjadi lantaran perilaku tidak sehat seperti mencuci tangan makan tidak pakai sabun, minum air mentah. Untuk itu kami minta warga di musim pancaroba ini perbanyak makan sayuran, minum air putih agar tidak terjadi dehidrasi,” pungkasnya. (yey/N-01)






