PPLS Didesak Antisipasi Ancaman ‘Land Subsidence’ di Tanggul Lapindo

KETUA DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih mendesak Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS) untuk segera mengambil langkah taktis dan strategis guna menanggulangi kondisi kritis di sejumlah titik tanggul penahan lumpur.

Hal itu menyusul adanya ancaman berupa land subsidence atau penurunan permukaan tanah di sekitar area tanggul, khususnya di kawasan Siring.

Menurut Nasih, fenomena penurunan tanah ini tidak boleh diabaikan karena dapat memicu kedaruratan yang mengancam keselamatan warga dan melumpuhkan aktivitas publik. Jika tidak segera diantisipasi, jebolnya tanggul berisiko memutus total jalur transportasi utama.

“Kalau Siring itu dekat dengan jalan raya dan jalur kereta api. Kita khawatir kalau sampai jebol, itu justru akan melumpuhkan transportasi yang menghubungkan Sidoarjo dengan daerah sekitarnya, termasuk Pasuruan,” ujar Nasih kepada wartawan, Jumat (12/6).

BACA JUGA  Dari Jawa Hingga Papua Harus Siaga Bencana Hidrometeorologi

Digitalisasi sistem

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih. (Dok/Ist)

DPRD Sidoarjo mendorong agar pemerintah daerah melalui dinas terkait—seperti Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (Perkim), serta Dinas Pekerjaan Umum (PU)—segera berkoordinasi intensif dengan PPLS.

Beberapa langkah teknis yang musti dikebut antara lain adalah penambalan titik retak, peninggian tanggul, hingga optimalisasi pengaliran volume lumpur ke Sungai Porong.

Selain perbaikan fisik, Nasih juga menyarankan agar PPLS mulai menerapkan digitalisasi sistem mitigasi bencana dengan memasang Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini di titik-titik tanggul yang berkategori kritis.

“Harusnya PPLS juga membuat semacam early warning system berbasis digitalisasi di beberapa tanggul lumpur itu. Jadi, sekiranya ada kondisi kedaruratan, potensi bahaya bisa segera diantisipasi lebih cepat,” katanya.

BACA JUGA  Pakar Geografi: Pemetaan Risiko Jadi Kunci Mitigasi

Keterbukaan informasi

Lebih lanjut, pihak legislatif juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dari pihak PPLS kepada semua elemen, termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan media massa. PPLS diminta secara berkala memaparkan progres dan laporan terukur mengenai kondisi kelayakan tanggul penahan lumpur.

Mengenai kendala anggaran yang sempat mencuat akibat adanya pemangkasan dana dari pemerintah pusat, Nasih menegaskan bahwa perkara teknis penanggulangan luapan dan penguatan tanggul tetap menjadi domain dan tanggung jawab penuh dari PPLS.

“Bagaimanapun juga, ini masih murni tanggung jawab PPLS. Berapa pun biayanya, itu harus dipenuhi oleh mereka demi kepentingan dan keselamatan masyarakat banyak,” tegas Nasih. (OTW/M-01)

Lumpur Lapindo. (Dok.Ist)

BACA JUGA  BPBD Sidoarjo Pastikan Tanggul Lapindo Aman, Asal tidak Hujan Deras

Related Posts

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

GUBERNUR DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya pada Rabu (28/10) dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. “Kebebasan menyampaikan aspirasi tidak boleh dibatasi, tetapi juga…

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

MENJELANG peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026), Polda Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pandangan dan aspirasi. Ajakan itu disampaikan menyikapi rencana…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

  • October 27, 2026
Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

  • October 27, 2026
Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

  • October 27, 2026
The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

  • October 27, 2026
OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

  • October 27, 2026
Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri

  • October 27, 2026
PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri