
UNIVERSITAS Negeri Yogyakarta (UNY) menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi berdampak melalui berbagai capaian strategis yang dipaparkan dalam upacara puncak Dies Natalis UNY Tahun 2026.
Momentum dies natalis tidak hanya menjadi ruang refleksi perjalanan institusi, tetapi juga penegasan arah transformasi UNY dalam memperkuat pendidikan tinggi, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia unggul Indonesia.
Dalam puncak dies natalis yang berlangsung di Auditorium, Kamis (21/5/26), Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir pada sambutannya yang dibacakan oleh Plt Deputi Bidang Pengembangan Industri Kemenpora, Suyadi Pawiro menekankan bahwa olahraga tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga representasi kehormatan bangsa.
Perkuat pembinaan olahraga
Pemerintah, imbuhnya tengah memperkuat pembinaan olahraga melalui penyusunan Peraturan Presiden baru tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) dengan perluasan cabang olahraga unggulan Olimpiade dari 14 menjadi 21 cabang serta penguatan cabang Paralimpiade menuju Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade 2028.
Menurut dia, perguruan tinggi dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung ekosistem olahraga prestasi, terutama melalui riset, inovasi, laboratorium olahraga, serta pencetakan tenaga keolahragaan profesional.
“UNY melalui Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) disebut turut berkontribusi dalam pengembangan sport science melalui pendidikan, penelitian, hingga analisis performa atlet berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi” ujarnya.
Makro pendidikan tinggi nasional
Sementara itu, dalam sambutan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang disampaikan oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Dr. Beny Bandanadjaja secara daring mengatakan, tema dies natalis UNY tahun ini merupakan penegasan komitmen yang sangat kuat, kontekstual dan selaras dengan arah makro pendidikan tinggi nasional yang sedang digulirkan.
“Barometer keberhasilan perguruan tinggi telah bergeser secara fundamental. Perguruan tinggi dituntut untuk menjelma menjadi institusi yang benar-benar berdampak” ungkap Beny.
Artinya setiap derap langkah perguruan tinggi harus mampu memberikan kemanfaatan konkrit bagi masyarakat, menjadi katalisator industri, hulu pengembangan sains teknologi dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan daya saing bangsa di kancah global.
Capaian strategis
Rektor UNY, Prof. Sumaryanto, dalam laporannya memaparkan berbagai capaian strategis yang berhasil diraih UNY. Berbagai kemajuan tersebut mencakup jumlah prodi yang terakreditasi unggul sejumlah 62,09% dari total 153 program studi jenjang D4 hingga S3 pada tahun 2026 ini.
Sedangkan yang terakreditasi internasional sejumlah 35 program studi. Prestasi mahasiswa tingkat internasional sebanyak 113 orang dari bidang penalaran, olahraga, seni dan minat khusus.
Adapun prestasi mahasiswa tingkat nasional dari keempat bidang tersebut sejumlah 276 orang. Jumlah publikasi ilmiah sejumlah 611 buah meliputi HKI, publikasi jurnal nasional dan ppublikasi jurnal bereputasi Scopus dan WoS.
Tahun ini UNY juga menggandeng mitra kerjasama sebanyak 798 mitra usaha dalam negeri dan 36 mitra usaha luar negeri.
Pemberian penghargaan
Peringatan dies natalis tahun ini juga memberikan penghargaan pada dosen dan mahasiswa berprestasi. I Wayan Adyasa, M.Eng mendapat juara 1 dosen berprestasi kategori asisten ahli.
Lalu Dr. Doni Dwi Hartanto juara 1 kategori Lektor, Endah Retnowati, Ph.D juara 1 kategori Lektor Kepala dan Prof. Muhammad Nursa’ban juara 1 kategori Guru Besar.
Sedangkan Nosi Anggara meraih juara 1 mahasiswa berprestasi jenjang sarjana, Fitria Oktariani juara 1 mahasiswa berprestasi jenjang vokasi dan Kuswantoro juara 1 mahasiswa berprestasi disabilitas. Piagam penghargaan UNY 40 tahun diberikan pada Prof. Sulis Triyono dan Prof. Endang Rini Sukamti. (AGT/A-01)







