DSP Farm Kota Bandung Kembali Menjadi Pemasok Sapi Kurban Presiden

PETERNAKAN sapi dan domba milik peternak muda Kota Bandung, DSP Farm, kembali dipercaya menjadi pemasok hewan kurban bantuan masyarakat (Banmas) Presiden pada 2026.

Kepercayaan tersebut menjadi tahun keenam secara berturut-turut bagi DSP Farm dalam menyediakan sapi kurban pilihan Presiden.

Berlokasi di Jalan Palintang No.55, Kota Bandung, DSP Farm saat ini menyiapkan sejumlah sapi berbobot jumbo yang akan didistribusikan ke berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk untuk kebutuhan kurban Presiden di Kota Bandung.

Pemilik DSP Farm, Vandri Dwitama, menerangkan usaha peternakan yang ia kelola dimulai sejak 2010 untuk domba dan berkembang ke peternakan sapi pada 2014.

“Alhamdulillah sudah enam tahun berturut-turut dipercaya menjadi supplier sapi Banmas Presiden Republik Indonesia,” ungkapnya.

Sapi unggulan

Vandri menyebut, saat ini DSP Farm memiliki sedikitnya 10 sapi berukuran besar dengan bobot di atas satu ton. Tiga di antaranya akan digunakan untuk kurban Presiden  Prabowo Subianto, termasuk satu ekor sapi bernama ‘pamor’ yang akan diserahkan ke Masjid Al-Ukhuwah Kota Bandung.

BACA JUGA  Pemkot Bandung Sesalkan Adanya Korban Proyek Galian Kabel

“Di sini ada tiga ekor yang akan dipakai untuk kurbannya Bapak  Prabowo Subianto. Salah satunya nanti akan diserahkan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung di Masjid Al-Ukhuwah,” ujarnya.

DSP Farm kata Vandri, juga memiliki sejumlah sapi unggulan lain seperti Janata, Sanjaya dan Tampomas dengan bobot mencapai 1,2 hingga 1,3 ton. Kepercayaan yang terus diberikan kepada DSP Farm tidak lepas dari komitmen menjaga kualitas ternak, terutama dari sisi kesehatan dan bobot sapi.

“Untuk sapi Banmas itu tentu sapi terbaik dan terbesar. Bobotnya ekstrem, di atas 1.000 kilogram. Selain fisik, kesehatan medis juga sangat dijaga, mulai dari cacing hati, kesehatan rumen, hingga pencegahan penyakit seperti PMK dan LSD. Semua sapi di sini sudah divaksin oleh pemerintah,” jelasnya.

Jangkau berbagai daerah

Menurut Vandri, DSP Farm saat ini memiliki sekitar 20 ekor sapi berbobot di atas satu ton, 10 ekor sapi dengan bobot 700 hingga 900 kilogram, serta sekitar 80 ekor sapi ekonomis untuk kebutuhan kurban masyarakat umum.

BACA JUGA  Kota Bandung Deklarasikan Zero Bullying dan Program Jamuga

Distribusi hewan ternak DSP Farm juga telah menjangkau berbagai daerah di luar Bandung. Untuk wilayah timur, pengiriman terjauh dilakukan hingga Brebes, sedangkan wilayah barat mencapai Tangerang.

Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, terutama karena DSP Farm dikelola oleh generasi muda peternak Kota Bandung.

“Kita bisa dibilang peternak milenial di Kota Bandung dan terus dipercaya setiap tahun. Ini jadi tantangan juga buat terus memperbaiki kualitas sapi di sini,” tandasnya.

Kontes ternak

Vandri menilai Kota Bandung memang tidak unggul dari sisi jumlah populasi ternak, dibanding daerah lain seperti Kabupaten Bandung atau Garut, namun kualitas ternaknya mampu bersaing secara nasional.

DSP Farm juga pernah mencatat prestasi di ajang kontes ternak. Dalam kontes sapi di kawasan Unpad, DSP Farm membawa empat sapi dan berhasil meraih tiga penghargaan, yakni juara dua dan dua kali juara empat.

BACA JUGA  Masjid Raya Bandung Sebagai Titik Kumpul Kebencanaan

“Bahkan, salah satu sapi ternak asal DSP Farm bernama Redam disebut menjadi sapi terbesar kedua di Indonesia dengan bobot mencapai 1.387 kilogram. Saat ini sapi tersebut berada di Wonosobo untuk kebutuhan kontes ternak. Yang penting kami bawa nama Kota Bandung. Di mana pun, yang penting membawa nama baik Kota Bandung,” lanjutnya.

Terkait harga, Vandri menyebut hewan kurban di DSP Farm dibanderol mulai dari Rp2 juta untuk domba dan Rp20 juta untuk sapi.  Sementara sapi kontes dengan kualitas khusus pernah terjual hingga Rp200 juta per ekor.(zahra/M-01)

Related Posts

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

MULAI hari ini, pengunjung Candi Borobudur bisa memilih untuk menetralkan emisi karbon dari perjalanannya, cukup dengan satu pilihan tambahan saat membeli tiket masuk. Pilihan itu dihadirkan melalui Inisiatif Strategis Dekarbonisasi…

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

FILM dokumenter pendek berjudul “The Candles From The Edge” yang disutradarai oleh Aru Dewangga, mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada, berhasil menorehkan prestasi membanggakan di…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

  • October 6, 2026
Juarai FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas Indonesia Akhiri Penantian Panjang

Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

  • October 5, 2026
Mahasiswa RPL Unisa Raih Predikat Terbaik Uji Kompetensi Keperawatan

Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

  • October 5, 2026
Wisatawan Candi Borobudur Bisa Netralkan Jejak Karbon Lewat Tiket

PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

  • October 5, 2026
PSI Cianjur Bidik Enam Kursi DPRD pada Pileg 2029

Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

  • October 5, 2026
Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Bantu Mahasiswa UTS, Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis

  • October 5, 2026
Bantu Mahasiswa UTS,  Fapet UGM Bagikan 2.577 Butir Telur Rebus Gratis