Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

PEMBANGUNAN dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Badan Gizi Nasional (BGN) di kawasan UPT Puskesmas Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara-Sumatera Utara, menuai sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Tapanuli Utara, Senin (18/5).

Selain dipersoalkan dari sisi administrasi dan penggunaan aset pemerintah daerah, keberadaan dapur tersebut dinilai berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan serta menghentikan aktivitas rehabilitasi pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di lokasi tersebut.

Persoalan mencuat setelah terungkap pembangunan dapur MBG dilakukan di lingkungan fasilitas kesehatan yang juga menjadi lokasi rumah sehat jiwa atau rumah singgah ODGJ binaan Puskesmas Pangaribuan.

Kepala Puskesmas Pangaribuan, dr. Donda Marion Purba, mengakui keberadaan bangunan dapur MBG berpotensi mengganggu pelayanan kesehatan di puskesmas. “Pembangunan dapur ini dapat mengganggu pelayanan kesehatan di Puskesmas Pangaribuan,” ujar Donda dalam forum RDP.

Terafi produktif

Menurut dia, dampak keberadaan dapur MBG tidak hanya berkaitan dengan tata ruang fasilitas kesehatan, tetapi juga menyentuh proses rehabilitasi pasien ODGJ.

BACA JUGA  Marak Penipuan, Waka BGN Jelaskan Tata Cara Hadirkan Lokasi SPPG

Sebelum pembangunan dilakukan, pasien rumah sehat jiwa rutin menjalani terapi produktif berupa kegiatan bercocok tanam di sekitar lokasi sebagai bagian dari pemulihan psikososial.

Namun, kegiatan tersebut disebut tidak lagi berjalan sejak pembangunan dapur MBG berdiri di area itu.

Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD mengingat rumah singgah ODGJ membutuhkan lingkungan rehabilitasi yang kondusif.

Aktivitas dapur umum dengan mobilitas logistik, kendaraan keluar masuk, pekerja, hingga aktivitas operasional harian dinilai berpotensi memengaruhi ketenangan pasien serta lingkungan pelayanan kesehatan.

Sulit tata fasilitas

Selain itu, pihak puskesmas mengaku mengalami kesulitan melakukan penataan fasilitas kesehatan, termasuk bangunan bantuan pemerintah provinsi, akibat terbatasnya ruang pasca pembangunan dapur MBG.

Anggota DPRD Tapanuli Utara, Dapot Hutabarat, mempertanyakan alasan pembangunan dilakukan di lingkungan puskesmas dan rumah singgah ODGJ.

BACA JUGA  Tiga Orang Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Tarutung

“Kenapa harus dipaksakan di lokasi yang ada puskesmas dan rumah singgah ODGJ? Saya tidak setuju,” katanya.

Dalam RDP juga terungkap sejumlah instansi teknis mengaku tidak mengetahui pembangunan tersebut, termasuk Dinas Kesehatan dan Inspektorat Kabupaten Tapanuli Utara.

Belum ada perjanjian

Camat Pangaribuan, Marasa Simaremare, mengatakan pihak kecamatan hanya melakukan pendampingan tanpa keterlibatan dalam proses pembangunan.

Sementara Kepala Desa Pakpahan, Erpin Pakpahan, mengaku tidak mengetahui pembangunan dapur tersebut.

Persoalan semakin mengemuka setelah Bidang Hukum Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara mengungkap belum adanya perjanjian pinjam pakai aset daerah, meski pembangunan berdiri di atas lahan pemerintah daerah.

Anggota DPRD Komisi C, Sabungan Parapat, menegaskan seluruh program pemerintah tetap harus mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku.

“Harus tetap mengikuti aturan dan peraturan yang berlaku walaupun permintaan tersebut berasal dari pemerintah yang lebih tinggi,” tegasnya.

BACA JUGA  Badan Gizi Nasional Bangun 85 SPPG untuk Program MBG

Tunggu administrasi dan legalitas

Inspektorat Tapanuli Utara juga meminta agar dapur MBG tidak dioperasionalkan sebelum seluruh prosedur administrasi dan legalitas dipenuhi.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Tapanuli Utara, Pangiloi Pardede, meminta pihak BGN segera melengkapi seluruh administrasi pendirian dapur MBG serta mengkaji ulang lokasi pembangunan yang berdampingan dengan fasilitas pelayanan kesehatan dan rumah singgah ODGJ.

“Program pemerintah harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh mengabaikan pelayanan kesehatan maupun kepentingan rehabilitasi pasien ODGJ,” ujarnya.

Dari bidang asset, Parida Panggabean, mengaku pembangunan dapur MBG tersebut tidak dititik koordinat yang telah ditawarkan dan mengaku bergeser hingga 100 meter sedangkan dari titik yang sebelumnya ditawarkan. (HP/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

KETERSEDIAAN hewan kurban di Jawa Barat untuk Iduladha 2026 mencukupi. Berdasarkan data dari Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), stok domba pada Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai 223.812 ekor. Jumlah…

Marak Penipuan, Waka BGN Jelaskan Tata Cara Hadirkan Lokasi SPPG

WAKIL Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen (Purn) Sony Sonjaya menjelaskan tata cara atau mekanisme yang benar untuk bisa menghadirkan lokasi satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) atau dapur MBG (makan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gelar Pertama Liga Europa Aston Villa Jadi Trofi Kelima Unai Emery

  • May 21, 2026
Gelar Pertama Liga Europa Aston Villa Jadi Trofi Kelima Unai Emery

Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

  • May 21, 2026
Bangunan SPPG di Depan Puskesmas Pangaribuan Dinilai Ganggu RSJ

Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

  • May 20, 2026
Pemprov Jabar Pastikan Ketersediaan Hewan Kurban Cukup

SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

  • May 20, 2026
SPMB SMA SMK di Sekolah Maung 2026 Siap Digelar

Bobotoh Diminta Jaga Suasana Kondusif dan tidak Nyalakan Flare

  • May 20, 2026
Bobotoh Diminta Jaga Suasana Kondusif dan tidak Nyalakan Flare

Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan

  • May 20, 2026
Lulusan UIN Sunan Kalijaga Diminta tidak Takut Perubahan