Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Sampah di Pasar Caringin Bandung

MENTERI Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengapresiasi upaya pengelolaan sampah di Pasar Caringin, Kota Bandung, yang dinilai tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga bernilai ekonomi dan membuka peluang kerja berbasis lingkungan.

Menurut Jumhur, pengelolaan sampah yang dilakukan di Pasar Caringin sudah menunjukkan langkah positif dalam menerapkan sistem pengolahan yang produktif dan berorientasi pada pemanfaatan kembali limbah menjadi produk bernilai tambah.

“Saya rasa Pasar Caringin, walaupun ini milik swasta, sudah berusaha keras mengikuti norma-norma bagaimana mengelola sampah yang baik. Dan tidak sekadar untuk menghilangkan sampah, tapi bagaimana sampah bisa berguna juga untuk kegiatan-kegiatan perekonomian lainnya,” ujar Jumhur saat melakukan kunjungan peninjauan pengelolaan sampah di Pasar Caringin kota Bandung pada Minggu (10/5).

Green job

Menurut Jumhur, berbagai hasil pengolahan sampah di lokasi tersebut telah dimanfaatkan menjadi silase, pelet bahan bakar, pakan ternak, hingga etanol. Inovasi tersebut, kata dia dapat menciptakan green job atau lapangan kerja hijau yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA  Kuota Habis, Pemkot Bandung Keluarkan SE Pengendalian Darurat Sampah

“Jadi ada nilai menciptakan green job juga karena ada orang yang bekerja untuk sesuatu yang penting dalam peningkatan nilai tambah. Tadi ada silase, ada pelet untuk bahan bakar, kemudian ada juga untuk makanan ternak. Bahkan ada etanol,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Jumhur menyebut produksi etanol dari pengolahan sampah organik di Pasar Caringin mampu mencapai sekitar 30 ribu liter atau 30 ton per bulan. Angka tersebut cukup besar untuk ukuran satu pasar tradisional.

“Tadi dikatakan bahwa dalam satu bulan bisa 30 ribu liter atau 30 ton per bulan. Ini satu pasar loh. Kalau ini ada pasar besar di seluruh Indonesia, tentu jumlahnya akan sangat banyak,” paparnya.

BACA JUGA  Atasi Masalah Sampah, Pemkot Bandung Terapkan Teknologi Termal

Lebih terintegrasi

Jumhur menilai, jika sistem serupa diterapkan secara luas di berbagai pasar di Indonesia, maka hasil pengolahan sampah berpotensi menjadi kontribusi besar bagi kebutuhan energi nasional.

“Nah kalau itu jumlah-jumlah, jangan-jangan bisa ratusan ribu ton. Itu bisa jadi sumbangan untuk bahan bakar kita. Jadi saya akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan juga Kementerian Migas, serta Badan POM terkait pemanfaatannya,” imbuhnya.

Meski demikian, menteri menilai sistem yang ada saat ini masih perlu ditingkatkan agar lebih terintegrasi dan semakin optimal dalam menjaga kebersihan serta pengelolaan lingkungan pasar.

“Inisiatif seperti ini harus kita hargai, dan mudah-mudahan lebih terintegrasi lagi nanti. Lebih mantap lagi dalam kebersihan dan pengelolaannya. Tapi secara umum, dari pasar yang begitu banyak ini, alhamdulillah. Tinggal kita adopsi atau direplikasi ke pasar-pasar lainnya,” bebernya.

BACA JUGA  Bukan Hanya Takjil War, Rupiah War pun Terjadi saat Ramadan

Tidak perlu investasi besar

Jumhur juga menekankan bahwa teknologi dan alat yang digunakan dalam pengolahan sampah tersebut relatif sederhana dan tidak memerlukan investasi besar. Bahkan, menurutnya, sebagian besar teknologi tersebut merupakan karya anak bangsa yang sudah banyak dikembangkan di daerah.

“Biayanya justru sederhana, alat-alatnya juga tidak mahal dan nilai tambahnya terus berlanjut. Orang Indonesia di desa banyak yang bikin. Itu tadi juga karya anak bangsa, jadi baguslah untuk kita dukung bersama,” sambungnya. (zahra/M-01)

Related Posts

Bupati Garut: Olahraga Bisa Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

BUPATI Garut, Abdusy Syakur Amin menyebut olahraga merupakan pilar penting dalam membentuk generasi muda  yang memiliki fisik prima, mental yang tangguh, serta keberanian. Di samping itu olahraga, kata Bupati juga…

Bunga Rafflesia Mekar di Hutan Palupuh Agam

DUA individu bunga rafflesia jenis Arnoldii ditemukan mekar secara bersamaan di kawasan hutan Palupuh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pegiat Wisata Palupuh Joni Hartono di Lubuk Basung, Sabtu, mengatakan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

PSIM Bekuk Malut, Persijap Jauhi Zona Degradasi

  • May 10, 2026
PSIM Bekuk Malut, Persijap Jauhi Zona Degradasi

Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Sampah di Pasar Caringin Bandung

  • May 10, 2026
Menteri LH Apresiasi Pengelolaan Sampah di Pasar Caringin Bandung

Peluang Juara Persija Sirna, Persib Terdepan dalam Persaingan Gelar

  • May 10, 2026
Peluang Juara Persija Sirna, Persib Terdepan dalam Persaingan Gelar

UAD Luluskan 1.096 Mahasiswa pada Wisuda TA 2025/2026

  • May 10, 2026
UAD Luluskan 1.096 Mahasiswa pada Wisuda TA 2025/2026

QRIS Unsil Tasik Half Maraton Dorong Digitalisasi Ekonomi Kreatif, Sport dan Tourism

  • May 10, 2026
QRIS Unsil Tasik Half Maraton Dorong Digitalisasi Ekonomi Kreatif, Sport dan Tourism

Bupati Garut: Olahraga Bisa Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai

  • May 10, 2026
Bupati Garut: Olahraga Bisa Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai