
PEMERINTAH akan menyiapkan anggaran sebesar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa guna meningkatkan keselamatan transportasi publik. Hal itu diungkapkan Presiden Prabowo Subianto seusai meninjau korban kecelakaan kereta api di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa.
“Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun, demi keselamatan,” kata Presiden Prabowo.
Presiden menjelaskan bahwa ribuan titik perlintasan tersebut merupakan warisan infrastruktur sejak zaman Belanda yang sudah puluhan tahun tidak mendapatkan penanganan
Menurut Prabowo, langkah ini diambil karena pemerintah menyadari banyak lintasan kereta api yang hingga saat ini tidak memiliki penjagaan, sehingga rawan kecelakaan.
Dua skema
Prabowo menginstruksikan jajarannya untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan dua skema penanganan, yakni pembangunan pos jaga atau pembuatan jembatan layang (flyover).
“Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover ya nanti pelaksanaannya kita tunjuk,” ujarnya.
Khusus untuk wilayah Bekasi, Presiden telah menyetujui pembangunan flyover melalui skema bantuan presiden karena kondisi kepadatan lalu lintas yang sangat mendesak.
Pemerintah Daerah Bekasi sebelumnya telah mengajukan pembangunan ribuan meter flyover untuk meminimalkan risiko kecelakaan di titik-titik rawan.
Bela sungkawa
Dalam kesempatan itu Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban kecelakaan kereta. “Tentunya semua prihatin, kaget dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemerintah,” kata Prabowo.
Prabowo menyatakan Pemerintah akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut
“Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana,” kata Presiden. (*/M-01)






