Dzuriyat KH Wahab Chasbullah Bahas Materi Muktamar NU

DURIYAH KH Wahab Chasbullah mulai menyusun materi yang akan dibawa dan diperjuangkan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama yang dijadwalkan digelar pada September mendatang.

Salah satu keturunan KH Wahab Chasbullah, Muhammad Romahurmuziy menjelaskan poin-poin yang akan diperjuangkan dalam muktamar mendatang itu dibicarakan oleh anak-keturunan salah satu pendiri NU usai menggelar halalbihalal di Yogyakarta, Sabtu siang.

“Selesai halalbihalal, kita adakan pertemuan dengan perwakilan putra-putri KH Wahab Chasbullah,” katanya.

Halalbihalal ini merupakan yang pertama di gelar oleh dzuriyah KH Wahab Chasbullah di luar Jombang dan untuk di Yogyakarta diadakan di kompleks persekolahan Global Darussalam Academy (GDA) Pakem, Sleman dan diikuti ratusan dari keturunan putra putri KH Wahab Chasbullah.

Bentuk pengurus yang solid

Dalam pertemuan yang diadakan di Yogyakarta, jelas mantan Ketua Umum DPP Partai  Persatuan Pembangunan ini, seluruh keluarga pendiri NU ini berharap muktamar bisa membentuk pengurus yang solid di setiap masa kepengurusan.

“Sebagai dzuriyah, kami memang menyayangkan terjadinya ketegangan di lingkungan NU terutama di Pengurus Besar NU. Kami berharap islah yang disudah dicapai benar-benar berjalan paripurna,” katanya.

BACA JUGA  Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah

Romi mengemukakan lagi, dzuriyat KH Wahab Chasbullah akan mengawal pelaksanaan muktamar mendatang dan hal serupa akan diharapkan juga dari Bani Hasyim — anak keturunan KH Hasyim Asy’ari dan Bani Bisri — anak keturunan KH Bisri Syansuri — sebagai dzuriyah para pendiri NU.

Hal itu, jelasnya untuk memastikan NU sebagai jamaah yang terbesar di NKRI ini juga menjadi kontributor yang terbesar dalam meningkatkan kualitas SDM di Indonesia.Isu krusial yang akan dibawa ke muktamar.

Pelayan umat

Romi mengemukakan yang utama adalah meneguhkan NU sebagai khodimul ummah atau pelayan umat. Karena, katanya seluruh onderbouw atau organ di bawah NU bergerak dalam pelayanan umat, baik bidang pendidikan baik pesantren yang jumlahnya di atas 30 ribu ponpes maupun pendidikan formal mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, kesehatan, parenting dan lainnya.

Menurut Romi, pada masa sekarang yang semakin tidak adanya batas, ketergerusan budaya kita akan semakin terjadi dan dalam posisi ini NU akan terus menjadi benteng budaya Indonesia yang islami.

BACA JUGA  Gus Yahya: Separuh Kabinet Prabowo-Gibran akan Diisi Orang NU

Muhammad Romahurmuziy selanjutnya mengatakan pertemuan tertutup di Yogyakarta ini seluruh perwakilan ‘bani’ di keluarga KH Wahab Chasbullah hadir.

KH Wahab Chasbullah memiliki 11 putra-putri sehingga dzuriyah KH Wahab Chasbullah juga terdapat 11 bani.

Tidak jagokan siapapun

Dalam pertemuan tersebut imbuhnya, dzuriyah KH Wahab Chasbullah tidak berbicara siapa yang akan didukung sebagai Ketua Umum PB NU, namun lebih ke apa yang akan dibawa dan diperjuangkan oleh anak keturunan KH Wahab Chasbullah dalam muktamar NU tersebut.

Perhatian lainnya dari dzuriyah jelasnya, keinginan adanya resolusi yang mengakhiri semua kemungkinan terjadinya ketegangan yang terjadi pada kepengurusan yang sekarang terulang kembali di masa-masa kepengurusan mendatang.

“Agar NU yang dikenal sebagai organisasi keagamaan Islam tidak menjadi bulan-bulanan, tidak menjadi contoh yang tidak baik,” tegasnya.

Para pendiri NU, lanjutnya pada dasarnya adalah orang-orang yang alim alamah yang mempertaruhkan segala kemampuannya untuk kemerdekaan RI.

Maju bursa Ketum?

Tentu saja, imbuhnya NU kemudian mengajak semua kalangan memahami dan menerapkan bahwa pembelaan terhadap NKRI adalah tanpa batas.

BACA JUGA  Ribuan Banser NU Mulai Berdatangan ke Bali untuk Apel Kesetiaan

Soal kemungkinan dirinya maju maju ke bursa Ketum PBNU, Muhammad Romahurmuziy menegaskan, soal itu selalu menarik dalam satu periode pemilihan.

“Namun saya ingin berkhidmat di bidang yang saya geluti, yaitu pendidikan,” ujarnya.

Ia kemudian berkilah pada saat ini tidak dalam posisi meng-iya-kan atau menolak karena masih ada waktu yang cukup lama hingga waktu pelaksanaan muktamar.

Dunia pendidikan

Karenanya semuanya diserahkan kepada para peserta muktamar/muktamirin mendatang. Romi menegaskan ingin terus menggeluti dunia pendidikan sebagai satu aktivitas untuk menyiapkan generasi unggul di masa mendatang agar Indonesia bisa menjadi negara terkuat di Asia Tenggara dan menjadi negara yang teraman.

Suara dari dzuriyah KH Wahab Chasbullah akan mendukung siapa Romi juga mengemukakan sejauh ini belum dibicarakan dalam pertemuan di Yogyakarta ini. (AGT/M-01)

Related Posts

Tiba di Tanah Air, Kapal induk Garibaldi Akan segera Diretrofit

KAPAL Induk ITS Giuseppe Garibaldi akhirnya sampai di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat sekitar pukul 07.50 WIB. Kedatangan kapal tersebut disambut tim marching band TNI. Sejumlah pejabat…

Nusron Hormati Proses Hukum Soal Dugaan Korupsi di ATR/BPN

MENTERI Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengaku menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam penyidikan dugaan suap di kementeriannya. “Pertama, kami menghormati…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

  • September 19, 2026
Bekuk Java United, Persija Tempel Madura United di Puncak Klasemen

Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

  • September 19, 2026
Ketika Anak-anak Penyintas Kanker Dipertemukan di Candi Borobudur

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • September 19, 2026
OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

  • September 19, 2026
Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

Kalah dari Jepang, Tim Voli Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final

  • September 18, 2026
Kalah dari Jepang, Tim Voli Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final

Herdman Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 18, 2026
Herdman Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026