
AMERIKA Serikat disebut-sebut telah mengirim 15 poin usulan damai kepada Iran untuk menyelesaikan konflik di Timur Tengah.
Menurut laporan The New York Times, dua pejabat yang enggan disebut namanya, menyebut usulan tersebut disampaikan melalui Pakistan. Dari 15 poin itu di antaranya menguraikan langkah-langkah untuk mengatasi program nuklir dan rudal balistik Iran serta keamanan maritim di Selat Hormuz.
Laporan tersebut mengatakan masih belum jelas apakah Iran akan menerima usulan tersebut atau apakah Israel mendukungnya, karena perang — yang kini memasuki minggu keempat terus berlanjut dengan serangan AS-Israel dan pembalasan Iran.
Siap jadi penengah
Kepala Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, memberi sinyal kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pembicaraan jika kedua pihak setuju.
Pada bagian lain, Presiden Donald Trump mengatakan AS dan Iran saat ini tengah melakukan negosiasi, bahkan menyebut Teheran menunjukkan keinginan mencapai kesepakatan damai.
Trump juga mengumumkan jeda lima hari untuk serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran, dengan alasan pembicaraan yang “sangat baik dan produktif” dengan Teheran selama dua hari terakhir.
Pernyataan itu disampaikan di tengah bantahan Iran yang menegaskan tidak ada pembicaraan langsung dengan Washington
Banyak korban
“Mereka berbicara dengan kami, dan pembicaraan mereka masuk akal,” kata Trump.
AS dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak 28 Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang hingga saat ini, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran membalas dengan serangan pesawat tak berawak dan rudal yang menargetkan Israel dan sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer AS. (*/A-01)






