Kapolda Jabar: Penanganan Arus Mudik Lebaran Tunjukan Hasil Positif

DARI berbagai indikator, seperti gangguan kamtibmas, kecelakaan lalu lintas, hingga kepadatan arus kendaraan pada pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026 di Wilayah Polda Jawa Barat menunjukan hasil positif dan mengalami perbaikan.

“Sejumlah gangguan kamtibmas mengalami penurunan, seperti pelanggaran yang turun drastis hingga 99,18 persen dan gangguan keamanan turun 94,71 persen. Meski terjadi kenaikan angka kejahatan sebesar 35,11 persen, namun secara umum kondisi tetap terkendali,” terang Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan Minggu (22/3).

Demikian juga lanjut Rudi, angka kecelakaan menunjukkan tren menurun. Jumlah kecelakaan menurun sekitar 3,23 persen, korban meninggal dunia turun 24,61 persen, dan korban luka berat turun 4,55 persen. Sementara itu, korban luka ringan justru mengalami kenaikan 7,95 persen.

BACA JUGA  Polda Jabar Tangkap 372 Tersangka Kasus Narkotika

Contra flow

“Selain itu, optimalisasi rekayasa lalu lintas turut berkontribusi terhadap kelancaran arus mudik. Tercatat, penerapan contra flow dilakukan sebanyak 22 kali dan pengalihan arus sebanyak 60 kali, ditambah sistem one way baik nasional maupun local,” tuturnya.

Menurut kapolda, volume kendaraan menjadi indikator penting keberhasilan. Puncak arus mudik 2026 tercatat mencapai 270.315 kendaraan, meningkat 4,62 persen dibandingkan 2025.

Total volume kendaraan keluar Jakarta mencapai 1.692.528 kendaraan atau 48 persen dari total proyeksi. Capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor.

“Data yang ada menunjukkan bahwa pelaksanaan operasi ketupat tahun ini berjalan efektif. Penurunan signifikan pada angka pelanggaran dan kecelakaan, ini menjadi indikator bahwa strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan optimal,” jelasnya.

BACA JUGA  Polda Jabar Siapkan 25.641 Personel untuk Amankan Nataru

Hasil sinergi

Rudi menyebut, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait.

Ia menyebut koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama suksesnya arus mudik tahun ini, khususnya di wilayah Jabar.

Dengan capaian tersebut, Polda Jabar menilai arus mudik 2026 dapat dikategorikan sukses, baik dari sisi keamanan maupun kelancaran lalu lintas.(zahra/M-01)

Related Posts

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

PEMERINTAH Kota Bandung terus mendorong pembenahan transportasi publik melalui pengembangan sistem integrasi angkutan kota (angkot). Program yang dikembangkan bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut kini mulai diuji coba untuk menghadirkan…

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

KEJAKSAAN Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menahan seorang pimpinan sebuah bank pelat merah di Sleman berinisial HSU. Kasi Penkum Kejati DIY Langgeng Prabowo menjelaskan dalam menangani kasus itu mereka memeriksa saksi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

  • November 6, 2026
Gandeng ITB, Pemkot Bandung Luncurkan Program Angkot to School

Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

  • November 6, 2026
Diduga Korupsi untuk Judol, Pimpinan Cabang Bank Pemerintah di Sleman Ditangkap

Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

  • November 6, 2026
Puluhan Kades dari Kalsel Studi Tiru ke Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo 

Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

  • November 6, 2026
Festival Literasi Sergai Dorong Generasi Muda Cerdas Digital dan Gemar Membaca

Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

  • November 6, 2026
Dukung Industri Dalam Negeri, KAI Batal Impor Kereta Bekas dari Jepang

KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali

  • November 6, 2026
KAI Siapkan Anggaran Rp2 Triliun untuk Bangun Kereta di Bali