
PEMERINTAH ingin para warga penyintas bencana banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, tidak merayakan Hari Raya Idul Fitri di tenda darurat. Untuk itu mereka menyiapkan dua opsi.
Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat berkunjung ke Aceh Timur, Senin. Menurut Tito, saat ini pihaknya menyiapka dua opsi agar warga tidak berlebaran di tenda.
“Target kami sebelum Lebaran, semua warga penyintas bencana tidak ada di tenda darurat. Opsinya adalah tinggal di hunian sementara (huntara) atau diberikan dana tunggu hunian Rp1,6 juta,” kata Tito.
Tito Karnavian bersama Menteri Sosial, Saifullah Yusuf berada di Aceh Timur dalam rangka menyerahkan bantuan dana senilai Rp100,9 miliar bagi warga penyintas bencana di daerah tersebut.
Hunian layak

Tito menjelaskan pemerintah menginginkan agar warga penyintas bencana yang masih berada di tenda pengungsian segera menempati hunian yang lebih layak, termasuk saat merayakan Lebaran.
Menurutnya, pembangunan hunian sementara menunjukkan kemajuan yang signifikan. Ia yakin semua warga dapat segera menempatinya.
Pihak Kementerian Pekerjaan Umum, lanjut dia, bahkan membentuk tiga tim untuk mempercepat pembangunan hunian sementara.
“Pak Menteri PU meyakini pada 19 Maret pukul 23.00 sudah selesai dan besoknya tanggal 20 sudah diserahkan,” katanya
Tenda bisa dibongkar
Tito berharap ketika hunian sementara selesai dibangun, tempat tersebut dapat langsung ditempati warga, sehingga tenda-tenda darurat bisa segera dibongkar atau dibersihkan.
“Jangan sampai huntaranya ada, tetapi tendanya yang berantakan masih ada. Itu tidak bagus kesannya masih banyak pengungsian, padahal sebenarnya sudah tidak ada lagi,” katanya.
Tito menjelaskan, selama ini pemerintah telah bekerja membangun hunian layak untuk korban bencana di wilayah Aceh.
Pembangunan hunian tetap maupun hunian sementara itu dilakukan oleh ragam instansi atau kementerian, salah satunya BNPB.
Belum semua
Walau pembangunan huntara dinilai sudah cukup merata, Tito mengaku ada beberapa lokasi yang sebelumnya belum bisa dibangun huntara.
Tito pun mendorong pemerintah provinsi setempat dan BNPB untuk mempercepat pembangunan huntara agar seluruh pengungsi di lokasi tersebut bisa mendapatkan hunian layak.
Hasil bantuan
Pada bagian lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menargetkan hunian tetap atau huntap bagi korban bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh mulai dapat dihuni sebelum Lebaran 2026.
“Kita usahakan, sebelum Lebaran sudah ada yang bisa diserahkan kepada rakyat. Saya sudah menyiapkan waktu untuk hadir sebelum Lebaran,” ujar Maruarar Sirait dalam keterangannya di Jakarta.
Dia pun mengimbau para Gubernur dan Bupati untuk membantu kelancaran pembangunan huntap yang dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi baik dalam penyediaan lahan maupun perbaikan akses jalan untuk ke huntap. (*/M-01)






