459.570 Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek hingga H-8 Idulfitri

KEPADATAN lalu lintas mulai tampak di sejumlah ruas jalan. Umumnya kendaraan itu meninggalkan Jabodetabek.

Menurut Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono hingga H-8 libur Hari Raya Idufitri 1447 Hijriah kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek tercatat sebanyak 459.570.

“Angka tersebut merupakan angka kumulatif arus lalu lintas (lalin) dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikampek Utama (menuju arah Trans Jawa), GT Kalihurip Utama (menuju arah Bandung), GT Cikupa (menuju arah Merak), dan GT Ciawi (menuju arah Puncak),” ujar Rivan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Total jumlah kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabodetabek tersebut, menurut dia, meningkat 4,8 persen jika dibandingkan saat normal yang mencapai 438.342 kendaraan.

BACA JUGA  125.648 Kendaraan Melintasi Tol Trans Sumatra selama Nataru

Distribusi kendaraan

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jabodetabek menuju ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 201.457 kendaraan (43,8 persen) menuju arah Timur (Trans Jawa dan Bandung), 158.053 kendaraan (34,4 persen) menuju arah Barat (Merak), dan 100.060 kendaraan (21,8 persen) menuju arah Selatan (Puncak).

Adapun distribusi kendaraan ke arah timur, yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek, dengan jumlah 108.140 kendaraan, meningkat sebesar 24,2 persen saat lalin normal.

Kemudian kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek menuju arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang, dengan jumlah 93.317 kendaraan, lebih rendah 2,7 persen saat lalin normal.

Total kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek menuju arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut adalah sebanyak 201.457 kendaraan, meningkat sebesar 10,1 persen dari lalin normal. (*/N-01)

BACA JUGA  Jelang Arus Mudik, Pemilik PO Bus Pantura Jateng Mulai Benahi Armada Mereka

Dimitry Ramadan

Related Posts

Benahi Transportasi Jabar, Gubernur  Evaluasi Angkot Tua

PEMERINTAH  Provinsi Jawa Barat akan mengevaluasi operasional angkutan kota (angkot) yang dinilai sudah tidak layak jalan. Langkah itu difokuskan pada angkutan antarkabupaten dan antarkota, yang masih menggunakan armada tua serta…

Bandara Husein Sastranegara Bandung Resmi Sandang Kata Internasional

BANDARA Husein Sastranegara Bandung resmi menggunakan nama Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung. Penamaan tersebut merupakan nama resmi yang ditetapkan oleh InJourney melalui Angkasa Pura sebagai pengelola bandara. ‎ ‎Wali Kota…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

  • July 30, 2026
Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

  • July 30, 2026
Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

  • July 30, 2026
Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00

Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

  • July 30, 2026
Puspenerbal Sulap Lahan 400m2 Jadi Kebun Melon Hidroponik

Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

  • July 29, 2026
Bekuk PSMS, Persebaya Rebut Tiket ke Semifinal

Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas

  • July 29, 2026
Persija Bermain Imbang dengan Port FC, STY Puas