
SEBANYAK 500 anggota Pramuka Penggalang dan Penegak dari Kecamatan Kertasari dan Pacet mengikuti kegiatan Gerakan Aksi untuk Lingkungan (GAUL) yang digelar Gerakan Pramuka Jawa Barat di kawasan Situ Cisanti, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jumat (13/2).
Kegiatan penghijauan ini menjadi bagian dari komitmen Pramuka Jabar dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan hulu Sungai Citarum, melalui aksi nyata penanaman pohon.
Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jabar, Herman Suryatman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara Kwarda Jabar, Kwarcab Kabupaten Bandung, serta sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan yang mendukung penyediaan bibit dan pupuk organik.
Penghijauan di kawasan Situ Cisanti
Herman menargetkan penghijauan seluas 100 hektare di kawasan Situ Cisanti dengan dukungan 50 ribu pohon. Pada tahap awal, penanaman dilakukan di lahan seluas 4 hektare dan akan berlanjut pekan depan seluas 6 hektare. Total 10 hektare lahan ditanami 5.000 pohon, dengan kepadatan sekitar 500 pohon per hektare.
“Ini wujud nyata bahwa pembangunan tidak hanya soal pertumbuhan, tetapi juga pelestarian lingkungan. Pertumbuhan tidak ada artinya tanpa daya dukung lingkungan. Gerakan Pramuka Jawa Barat mengambil peran di depan untuk pelestarian lingkungan ini,” ujarnya.
Menurut Herman, penanaman pohon menjadi langkah konkret menjaga keseimbangan alam sekaligus meminimalkan risiko bencana seperti banjir dan longsor, khususnya di wilayah hulu Sungai Citarum.
500 Pramuka Jabar ikut GAUL
Melalui program GAUL, Pramuka Jabar diharapkan menjadi motor penggerak kepedulian lingkungan sekaligus wadah pembentukan karakter generasi muda yang cinta alam dan berkomitmen menjaga keberlanjutan pembangunan.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, menegaskan kegiatan menanam pohon tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Ia meminta pembina dan peserta melakukan pemantauan rutin minimal sebulan sekali untuk memastikan tanaman tumbuh optimal.
“Kita masih menyisakan enam hektare yang akan ditanam. Bibit dan pupuk sudah disiapkan dan akan dikoordinasikan bersama para penyuluh serta petugas terkait. Penanaman ini tidak hanya di Desa Cibeureum, tetapi juga akan menyasar wilayah lain di Kecamatan Kertasari,” katanya.
Emma juga mendorong agar kegiatan ini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi di alam terbuka guna membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan peduli lingkungan, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah. (Rava/S-01)






