
PEMERINTAH Kabupaten Sidoarjo menyiapkan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan. Melalui program tersebut, pemerintah akan menjual bahan pangan bersubsidi dengan harga lebih terjangkau.
Langkah ini dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (12/2). Rapat dihadiri sejumlah instansi, antara lain Perum Bulog Cabang Surabaya, BPS Sidoarjo, DPRD Sidoarjo, Kejari Sidoarjo, Kepolisian Resor Kota Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo, serta Bank Indonesia.
Bupati Sidoarjo Subandi yang memimpin rapat meminta seluruh pihak bersinergi menjaga stabilitas inflasi daerah selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Nanti kita mengadakan Gerakan Pangan Murah dari Bulog dengan penjualan beras SPHP. Teman-teman DPRD juga memanfaatkan masa reses untuk menggelar sembako murah. Dengan kebersamaan seperti ini, harga yang biasanya naik bisa kita tekan,” kata Subandi.
Gerakan Pangan Murah lewat Operasi Pasar
Ia juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan kembali menggelar operasi pasar beras SPHP serta mendorong seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk Polresta dan Kodim 0816, mendukung penyalurannya.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Eni Rustianingsih menambahkan, pihaknya akan membentuk kios pangan dan mengoptimalkan Satgas Pangan untuk memantau stok serta harga beras di ritel modern maupun pasar tradisional.
Untuk menjaga ketersediaan stok, Pemkab juga akan menjalin nota kesepahaman (MoU) antara BUMDes dan Lembaga Penggilingan Gabah (LPG) agar BUMDes menyerap gabah petani.
“Kami juga menyiapkan surat edaran bupati kepada petani agar menunda penjualan 10 persen hasil panennya, terutama yang menerima bantuan bibit, pupuk, dan alsintan. Dengan begitu, petani tidak terlalu terdampak jika terjadi inflasi,” ujar Eni.
Pantau Distribusi Pangan
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Widiyantoro Basuki menyebut pihaknya akan menggelar empat kegiatan distribusi bahan pokok murah hingga Maret mendatang, termasuk distribusi minyak goreng merek Minyak Kita di Pasar Larangan, Pasar Porong, dan Pasar Krian.
Widiyantoro mengungkapkan sejumlah komoditas saat ini mengalami kenaikan dari Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras premium dan medium, minyak goreng Minyak Kita, serta cabai rawit merah.
Harga rata-rata beras premium dari HET Rp14.900 menjadi Rp15.326 per kilogram, beras medium dari Rp13.500 menjadi Rp13.785 per kilogram.
Minyak Kita dari HET Rp15.700 per liter naik menjadi Rp16.916 (kemasan pouch) dan Rp17.172 (kemasan botol). Cabai rawit merah bahkan melonjak dari kisaran Rp40.000–Rp57.000 menjadi Rp76.810 per kilogram.
“Khusus beras medium, kami sudah membuat edaran ke kecamatan hingga desa agar tidak dijual di atas Rp13.500,” katanya.
Meski demikian, ia menyebut sejumlah komoditas lain justru mengalami penurunan harga, seperti gula pasir dalam negeri, daging ayam broiler, telur ayam ras, daging sapi, dan cabai merah besar keriting.
“Untuk sembako lainnya fluktuatif, naik turun. Khusus gula justru mengalami penurunan,” pungkas Widiyantoro. (OTW/S-01)






