Jelang Imlek, Perajin Barongsai Sidoarjo Kebanjiran Pesanan

MENJELANG perayaan Imlek pada 17 Februari 2026, perajin barongsai dan liong di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kebanjiran pesanan. Permintaan tidak hanya datang dari wilayah Jawa Timur, tetapi juga dari Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Timur.

Salah satu perajin yang masih bertahan adalah Julius Setiawan. Di rumahnya di Desa Karangtanjung, Kecamatan Candi, Sidoarjo, Julius tampak sibuk menyelesaikan sejumlah pesanan barongsai dan liong untuk perayaan Tahun Baru Imlek 2026.

“Ada peningkatan dibandingkan tahun lalu,” ujar Julius, Senin (9/2).

Ia mengaku menerima pesanan enam barongsai dan tiga liong (naga) dari berbagai daerah. Seluruh pesanan tersebut dikerjakannya sendiri di rumah.

Menurut Julius, lonjakan permintaan tidak lepas dari munculnya komunitas barongsai baru di sejumlah daerah yang membutuhkan perlengkapan berkualitas untuk pertunjukan.

BACA JUGA  Kerupuk Udang Sidoarjo Diekspor ke Malaysia Senilai Rp4,5 Miliar

“Ada satu pesanan dari Nusa Tenggara Timur,” katanya.

Proses pembuatan satu barongsai membutuhkan waktu sekitar satu bulan, mulai dari pembuatan rangka, pelapisan kain, pemasangan bulu, hingga pengecatan detail wajah. Sementara liong berukuran panjang bisa memakan waktu hingga dua bulan karena konstruksinya lebih kompleks.

Dalam proses produksi, beberapa aksesori seperti mata, jenggot, dan bola hidung masih harus didatangkan langsung dari Tiongkok karena sulit ditemukan di dalam negeri.

“Memang harus impor karena tidak ada di dalam negeri. Kalau dipaksakan bikin sendiri, hasilnya terlihat tidak alami,” jelas Julius.

Untuk harga, Julius mematok kisaran Rp4 juta hingga Rp6 juta per unit, tergantung ketebalan bulu dan tingkat kerumitan desain. Semakin tebal dan detail pengerjaannya, semakin tinggi biaya produksi.

BACA JUGA  Basarnas Yogyakarta Kirim Personel ke Ponpes Al Khoziny

Memasuki Tahun Kuda Api, Julius berharap usahanya terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kesenian tradisional Tionghoa tersebut. Ia juga berharap pesanan terus bertambah agar tradisi budaya barongsai dan liong tetap lestari. (OTW/S-01)

 

 

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ketua MPR Ahmad Muzani Didampingi Wabup Mimik Sowan ke Gus Ali Masyhuri

KETUA MPR RI Ahmad Muzani bersilaturahmi ke kediaman pengasuh Pondok Pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo KH Ali Masyhuri atau Gus Ali, pada Jumat (18/4). Kunjungan Ahmad Muzani ini didampingi  Wakil Bupati…

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Jalan Lintas Sumatera Tergenang

CURAH hujan yang tinggi di Kabupaten Tapanuli Utara dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan banjir di sejumlah titik di jalan Lintas Sumatera tepatnya di desa Sitompul Kecamatan Siatas Barita. Air sempat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Ketua MPR Ahmad Muzani Didampingi Wabup Mimik Sowan ke Gus Ali Masyhuri

  • April 19, 2026
Ketua MPR Ahmad Muzani Didampingi Wabup Mimik Sowan ke Gus Ali Masyhuri

Jusuf Kalla: Jokowi Jadi Presiden karena Saya

  • April 18, 2026
Jusuf Kalla: Jokowi Jadi Presiden karena Saya

Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Jalan Lintas Sumatera Tergenang

  • April 18, 2026
Curah Hujan Tinggi, Sejumlah Jalan Lintas Sumatera Tergenang

Gebuk Persis Solo, Arema Naik ke Posisi Sembilan

  • April 18, 2026
Gebuk Persis Solo, Arema Naik ke Posisi Sembilan

Samator Hempaskan Garuda Jaya di Laga Terakhir

  • April 18, 2026
Samator Hempaskan Garuda Jaya di Laga Terakhir

Akademisi Dukung Komdigi Batasi Medsos pada Anak

  • April 18, 2026
Akademisi Dukung  Komdigi Batasi Medsos pada Anak