
OPERASI Pencarian dan Pertolongan (SAR) kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar memasuki hari kelima pada Rabu (21/1). Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan menemukan sejumlah bagian tubuh korban (body part) serta barang-barang milik korban di wilayah pegunungan Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan penemuan tersebut merupakan hasil penyisiran intensif yang dilakukan oleh beberapa Search and Rescue Unit (SRU) darat di sekitar lokasi badan dan ekor pesawat.
“Pada hari kelima operasi, tim SAR gabungan menemukan bagian tubuh korban berupa tulang serta sejumlah barang pribadi korban di beberapa titik pencarian. Seluruh temuan langsung diamankan sesuai prosedur,” ujar Arif Anwar, Kamis (22/1).

Ia menjelaskan, body part korban yang ditemukan telah diserahkan ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Penyerahan dilakukan untuk kepentingan identifikasi medis dan forensik guna memastikan identitas korban secara akurat,” jelasnya.
Selain body part, tim SAR gabungan juga menemukan sejumlah barang milik korban, antara lain laptop, telepon genggam, paspor, flash disk, kacamata, pouch, dokumen pribadi, serta barang lainnya yang berada di sekitar bangkai pesawat dan jalur evakuasi.
“Seluruh barang temuan telah didata dan diamankan untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak berwenang sesuai mekanisme yang berlaku,” tambah Arif.
Arif menegaskan, operasi SAR masih terus dilanjutkan dengan melibatkan lebih dari seribu personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan komunitas kemanusiaan, serta didukung peralatan darat dan udara.
“Kami berkomitmen menjalankan operasi secara profesional dan humanis. Fokus utama kami adalah menuntaskan pencarian seluruh korban serta memastikan setiap tahapan berjalan sesuai standar keselamatan dan prosedur,” pungkasnya. (Lin/S-01)








