
BANJIR dan genangan air yang melanda sejumlah titik, termasuk luapan air di jalur rel Pantura Jawa Tengah hingga Jakarta, menyebabkan gangguan operasional kereta wisata yang dioperasikan PT KAI Wisata. Dampak tersebut dirasakan pada layanan kereta wisata baik pola Free Independent Traveller (FIT) maupun charter.
Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengatakan curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir memicu luapan air yang berdampak langsung pada prasarana jalur kereta api.
“Curah hujan tinggi menyebabkan luapan air yang berdampak langsung pada jalur rel sehingga memengaruhi kelancaran perjalanan kereta wisata,” kata Agus kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (20/1).
Meski menghadapi kondisi alam yang menantang, Agus menegaskan KAI bersama KAI Wisata terus melakukan upaya maksimal di lapangan.
Tim prasarana KAI secara intensif melakukan normalisasi jalur, mulai dari penguatan struktur rel, penambahan balas, hingga pengangkatan track untuk memastikan jalur kembali aman dilalui dan layanan dapat pulih secara bertahap.
“Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan dan keterlambatan perjalanan akibat cuaca ekstrem dan banjir. Keselamatan pelanggan tetap menjadi prioritas utama, sehingga sejumlah perjalanan harus disesuaikan demi operasional yang aman,” ujarnya.
Banjir pantura ganggu perjalanan
Agus membenarkan, dampak banjir mengakibatkan sejumlah layanan kereta wisata dengan pola charter dan FIT terpaksa dibatalkan.
Layanan yang dibatalkan meliputi Kereta Wisata Tipe Sumatera serta beberapa perjalanan, antara lain KA 130PC Papandayan Panoramic relasi Gambir–Garut, KA 129PC Papandayan Panoramic relasi Garut–Gambir, KA 138P Parahyangan Priority relasi Gambir–Bandung, KA 137P Parahyangan Priority relasi Bandung–Gambir, serta KA 134PC Parahyangan Panoramic relasi Gambir–Bandung.
Selain pembatalan, sejumlah perjalanan juga mengalami keterlambatan, yakni KA 32P Pandalungan relasi Gambir–Jember dan KA 31P Pandalungan relasi Jember–Gambir.
Akibat kondisi tersebut, tercatat sebanyak 82 penumpang pola FIT membatalkan perjalanannya. Rinciannya, 16 calon penumpang KA 129PC Papandayan relasi Garut–Gambir, 36 calon penumpang KA 130PC Papandayan relasi Gambir–Garut.
Kemudian lima calon penumpang KA 137P Parahyangan relasi Bandung–Gambir, tiga calon penumpang KA 138P Parahyangan relasi Gambir–Bandung, tiga calon penumpang KA 31P Pandalungan relasi Jember–Gambir, serta 19 calon penumpang KA 32P Pandalungan relasi Gambir–Jember.
Operasional kereta wisata terdampak
Sementara itu, VP Corporate Secretary KAI Wisata, Otnial Eko Pamiarso, mengatakan pihaknya terus melakukan komunikasi aktif dengan pelanggan yang terdampak serta memberikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku.
“KAI Wisata telah menginformasikan secara proaktif kepada pelanggan, memfasilitasi pembatalan perjalanan, serta pengembalian dana sesuai ketentuan. Kami juga terus berkoordinasi dengan KAI dan seluruh pemangku kepentingan agar pemulihan layanan berjalan cepat dan aman,” jelas Otnial.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para penumpang atas kesabaran dan pengertian yang diberikan, serta kepada seluruh tim prasarana dan petugas operasional yang bekerja keras memulihkan jalur terdampak banjir.
KAI Wisata menegaskan komitmennya untuk selalu mengutamakan keselamatan, meningkatkan keandalan layanan, dan memastikan operasional kereta wisata kembali normal secepat mungkin. (AGT/Htm/S-01)









