Gus Ipul: Bansos Kebencanaan Sumatra Gunakan Satu Data

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menyatakan kesiapan menyalurkan bantuan sosial kebencanaan maupun bantuan sosial reguler bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatra. Penyaluran bantuan tersebut akan berbasis satu data yang telah tervalidasi guna mempercepat proses rehabilitasi sosial dan pemulihan ekonomi warga.

Hal itu disampaikan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menghadiri Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra yang digelar DPR RI di Hotel Daka, Banda Aceh, Sabtu (10/1).

“Yang paling krusial dalam penyaluran bantuan sosial kebencanaan adalah data dan mekanisme penyalurannya. Untuk bansos bencana, kita menggunakan satu data sebagai rujukan awal,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan, data awal disiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kemudian ditetapkan oleh pemerintah daerah dan divalidasi oleh Kementerian Dalam Negeri selaku Ketua Satgas. Setelah proses tersebut rampung, Kementerian Sosial langsung menyalurkan bantuan berdasarkan data final.

BACA JUGA  Kemensos Gelontorkan Bantuan untuk Korban Banjir Grobogan

“Penyalurannya dapat dilakukan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) atau PT Pos Indonesia, menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing,” katanya.

Gus Ipul menambahkan, Kemensos telah menyiapkan dukungan pembiayaan untuk berbagai kebutuhan pascabencana, mulai dari santunan bagi korban meninggal dunia dan luka berat, jaminan hidup, pengisian hunian sementara dan hunian tetap, hingga program pemberdayaan ekonomi keluarga terdampak.

“Dari simulasi yang kami lakukan, kebutuhan total mencapai sekitar Rp2 triliun. Saat ini lebih dari Rp600 miliar sudah siap disalurkan,” ungkapnya.

Dukungan logistik dapur umum

Selain bantuan tunai, Kemensos juga terus menyalurkan dukungan logistik serta mengoperasikan dapur umum di wilayah terdampak. Hingga kini, santunan telah diberikan kepada lebih dari 140 ahli waris korban meninggal dunia. Sementara itu, penyaluran santunan bagi korban luka berat masih menunggu penetapan resmi dari kepala daerah.

Dalam rapat yang sama, Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra menegaskan bahwa bantuan sosial harus dimanfaatkan sebagai instrumen percepatan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

BACA JUGA  Usul dan Sanggah Bansos Bisa Lewat Command Center 021-171

Ia mendorong agar warga terdampak bencana segera diakomodasi dalam program bantuan sosial reguler, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional.

“Pemberian bantuan ini bertujuan menggerakkan perekonomian masyarakat, sehingga terjadi perputaran ekonomi di tingkat warga,” ujarnya.

Rapat Satgas yang dibuka Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad tersebut juga mendengarkan laporan Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, T.A. Khalid, selaku Koordinator Posko Satgas Pemulihan Pascabencana Sumatra DPR RI.

Bansos Kebencanaan Sumatra gunakan satu data

T.A. Khalid menyampaikan, koordinasi intensif di lapangan telah menghasilkan sejumlah prioritas penanganan pascabencana. Di antaranya normalisasi sungai untuk mencegah banjir susulan, pembukaan akses jalan dan jembatan ke wilayah terisolasi, penyediaan hunian sementara, serta pembersihan lingkungan dan rumah warga dengan kategori kerusakan ringan.

BACA JUGA  Mensos Sosialisasikan DTSEN di Sidoarjo

“Banyak persoalan teknis di lapangan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cepat apabila komunikasi terbangun dengan baik. Melalui koordinasi lintas kementerian, banyak hal bisa kita selesaikan,” ujarnya.

Terkait bantuan sosial reguler, Gus Ipul menambahkan bahwa penyaluran PKH dan bantuan lainnya mengacu pada data hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) dan akan segera dilakukan setelah data tersebut tersedia serta terverifikasi.

Kementerian Sosial memastikan akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri, DPR RI, BNPB, serta pemerintah daerah agar penyaluran bantuan sosial pascabencana di Aceh berjalan tepat sasaran dan mampu mendukung pemulihan kehidupan sosial serta ekonomi masyarakat terdampak. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Pemkot Bandung Hadirkan 2.361 Peluang Kerja di Job Fair 2026

DINAS Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung kembali menghadirkan kesempatan kerja bagi masyarakat melalui kegiatan Bandung Utama Job Fair Future Connect 2026 Wilayah Bandung Tengah yang akan digelar di GOR Bandung pada…

AFJ Dorong Dirjen PKH Tingkatkan Standar Kesejahteraan Hewan

ANIMAL Friends Jogja (AFJ) mendorong Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian sebagai anggota WOAH representatif Indonesia untuk meningkatkan standar kesejahteraan hewan, khususnya dalam transportasi hewan. AFJ…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Graham Potter Semringah Usai Swedia Pesta Gol ke Gawang Tunisia

  • June 15, 2026
Graham Potter Semringah Usai Swedia Pesta Gol ke Gawang Tunisia

Sukses Atasi Ekuador, Pelatih Pantai Gading Puji Fokus Pemain

  • June 15, 2026
Sukses Atasi Ekuador, Pelatih Pantai Gading Puji Fokus Pemain

Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

  • June 15, 2026
Kasatpol PP Sidoarjo Gelar Jamasan Pusaka 1 Suro

Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

  • June 15, 2026
Mantan Ketua BPD Damarsi Buka Suara Soal Penyalahgunaan TKD

Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

  • June 15, 2026
Capai Kesepakatan, Iran belum Sepenuhnya Percaya pada AS

Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan

  • June 15, 2026
Jerman Bantai Curacao 7-1, Nagelsmann Puji Tim Lawan