
SEBAGAI wujud praktik bisnis berkelanjutan yang mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), Telkomsel berkolaborasi dengan platform Kitabisa, melakukan penanaman Seagrass/Lamun di Pantai Karapyak, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
“Inisiatif ini sebagai salah satu upaya untuk menjaga ekosistem laut melalui Lamun yang berperan sebagai penyedia habitat dan makanan bagi organisme laut,” ungkap General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel, Anandoz Bangsawan.
Menurut Anandoz, Lamun juga berperan dalam menstabilkan sedimen dasar laut, mitigasi perubahan iklim dan menyerap karbon, sehingga gerakan ini juga menjadi upaya mengurangi jejak karbon (carbon footprint) yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari.
Emisi gas rumah kaca
Upaya ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia dalam menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
“Pelestarian iklim untuk menyelamatkan bumi menuntut aksi kolektif yang nyata dari semua pihak,” tuturnya.
Anandoz menambahkan, melalui program penanaman Lamun dan pembangunan rumah konservasi, Telkomsel berharap memberikan dampak ganda berupa pemulihan ekosistem sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Ke depan kami akan terus berperan dalam menciptakan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat, serta menghadirkan program-program bagi pelestarian lingkungan yang berkelanjutan,” tandasnya. (zahra/N-01)








