
MENJELANG libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengimbau wisatawan untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang kini memasuki fase hujan dengan intensitas tinggi. Ia menyoroti sejumlah titik wisata rawan, seperti kawasan aliran sungai, Tahura, dan jalur wisata air di sekitar Cika-cika.
“Kami mohon wisatawan lebih sadar kondisi cuaca dan tidak memaksakan diri, terutama bagi yang berwisata alam. Tolong juga jaga kebersihan, jangan tinggalkan sampah,” ujar Farhan, Senin (8/12).
Terkait banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, Pemkot Bandung telah mengevakuasi dan merelokasi warga di pemukiman bantaran sungai. Relokasi bersifat sementara dan dilakukan melalui skema kontrakan yang dibiayai para dermawan, bukan APBD.
“Relokasi tidak langsung ke Rusun Rancacili karena terlalu jauh dan bisa mengganggu sekolah anak-anak,” jelasnya.
Farhan memastikan bahwa hunian di bantaran sungai umumnya tidak memiliki IMB/PBG. Namun ia menegaskan bahwa larangan berada di bantaran sungai berbeda dengan status kepemilikan aset.
Pemkot Bandung juga memberlakukan moratorium izin pembangunan pemukiman baru, sambil menunggu stabilitas cuaca serta kebijakan mitigasi risiko bencana. Kebijakan ini mengacu pada SE gubernur tentang pembangunan dan instruksi larangan perjalanan luar negeri bagi ASN selama periode Nataru.
Di sisi lain, Pemkot Bandung menyalurkan bantuan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera Barat melalui kolaborasi dengan Bank BJB. Total bantuan yang terkumpul mencapai Rp2 miliar, dan saat ini proposal penyaluran tengah disiapkan melalui Forum Bandung Sehat dan akan disalurkan lewat Apeksi.
Sebagai langkah mitigasi di dalam kota, pemangkasan pohon dilakukan di sejumlah ruas seperti Jalan Supratman dan Jalan Riau. Kepala Pelaksana BPBD Kota Bandung, Didi Riswandi, mengatakan pemangkasan dibutuhkan untuk mengurangi risiko pohon tumbang serta membuka visibilitas PJU yang tertutup rimbun.
“Banyak pohon tumbang belakangan ini, jadi harus dikurangi bebannya. Permintaan masyarakat juga akan kami inventarisasi untuk lokasi berikutnya,” ujarnya.
BPBD turut mengingatkan warga agar memperkuat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. “Kita harus bergerak dari respons ke mitigasi. Warga di kawasan rawan banjir perlu punya rencana evakuasi, mengenali tanda-tanda bahaya, menyiapkan barang penting, dan mengetahui jalur evakuasi,” tambah Didi. (Rava/S-01)







