Pemkot Bandung Petakan Wilayah Utara dan Timur Rawan Longsor 

DI tengah musim hujan dan cuaca ekstrem saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung  melakukan pemetaan daerah rawan longsor di Kota Bandung. Dari pemetaan itu nantinya masyarakat yang tinggal di zona rawan tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Berdasarkan hasil pemetaan daerah yang rawan longsor yakni di wilayah Bandung Utara dan Bandung Timur.

“Kini kami mulai ancang-ancang untuk melakukan langkah mitigasi eperti di kawasan Isola, ledeng, Tamansari, Cipaganti, hingga Ciumbuleuit yang rentan longsor akibat kepadatan bangunan yang lokasinya berada di lereng curam. Kami minta semua warga di zona rawan harus waspada dan segera melapor jika melihat retakan tanah, pergeseran pondasi atau tanda-tanda awal longsor,” ucap Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.

Selain itu, kata Farhan, kawasan Ujungberung, Cibiru dan Mandalajati juga berpotensi terdampak longsor besar dari kawasan hutan Gunung Manglayang, sehingga dengan adanya potensi tersebut langkah mitigasi mulai dilakukan.

BACA JUGA  Susi Air Buka Rute Baru Yogya-Bandung dan Yogya-Karimunjawa

Patroli kewilayahan

Untuk saat ini pemkot akan mengintensifkan patroli kewilayahan serta pemetaan ulang titik berisiko, termasuk kemungkinan peninjauan ulang terhadap tata ruang di kawasan padat permukiman lereng.

“Di sisi lain, saya juga mengimbau semua warga untuk  meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem yang saat ini masih melanda wilayah Kota Bandung. Cuaca ekstrem kali ini jangan dianggap remeh sama sekali karena kita tidak pernah tahu besaran curah hujan yang terjadi,” tegasnya.

Farhan juga meminta keselamatan jadi prioritas utama selama musim hujan dan cuaca ekstrem tersebut, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan atau daerah dengan kontur tanah yang rawan longsor. Jadi apabila sudah melihat ada retakan di bangunan, segera mengungsi.

“Selain mengingatkan warga, pemkot juga meminta pemilik dua unit rumah yang berada di RW 05, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, untuk mengungsi. Karena dua rumah milik keluarga Yayat beserta istri dan keluarga Tia dengan tiga anaknya, terancam tergerus longsor, karena lokasi bangunan berada tepat di tebing yang sangat curam.

BACA JUGA  BMKG Prediksi Bandung Raya  Lebih Kering pada Musim Kemarau 2026

“Fondasi bangunan mulai bergeser, posisi rumah berada tepat di atas lereng labil sehingga sudah memasuki fase darurat. Lalu struktur tanahnya tidak stabil. Bahkan rumah ini hanya tertahan di rumpun bambu, risiko terlalu besar jika tetap ditinggali,” jelasnya.

Langkah evakuasi

Menurut Farhan, pemkot pun membuat langkah evakuasi sebagai tindakan untuk pencegahan agar tidak terjadi korban di tengah meningkatnya curah hujan dan cuaca ekstrem di kawasan Bandung Utara.

Dalam kondisi seperti ini, tidak ada pilihan lain. Kalau harus diungsikan, ya diungsikan. Bangunan bisa diperbaiki nanti, tapi nyawa tidak bisa digantikan.

“Kedua keluarga itu dipindahkan ke hunian aman di wilayah Ciumbuleuit. Semua kebutuhan dasar mereka ditanggung pemerintah melalui Dinas Sosial dengan koordinasi langsung dari kecamatan, kelurahan dan unsur RW. Kita sedang menghadapi musim ekstrem. Semua warga di zona rawan harus waspada dan segera melapor jika melihat retakan tanah, pergeseran fondasi atau tanda-tanda awal longsor,” tuturnya.

BACA JUGA  Karnaval Budaya di Bandung Sisakan Belasan Ton Sampah

Pemkot lanjut Farhan, memastikan proses penanganan dua rumah tersebut tidak berhenti pada pengungsian. Selanjutnya dilanjutkan dengan asesmen teknis, stabilisasi kawasan, dan mitigasi jangka panjang. Pemerintah ingin memastikan warga merasa aman, terpenting saat ini adalah pencegahan, lebih baik bertindak sebelum terjadi dari pada menyesal ketika bencana sudah terjadi. (zahra/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

POLSEK Sleman menerima laporan ditemukannya sesosok bayi berjenis kelamin laki-laki di Zona Klitikan Pasar Sleman, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Jumat pagi. Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo…

JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

WAKIL Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X  resmi membuka gelaran Jogja Fashion Week (JFW) XXI 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Banguntapan, Sleman, pada Kamis (13/08). Ajang itu diharapkan jadi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

  • August 14, 2026
Kunjungi Putra Sayuti Melik, KSP Pastikan Negara Lindungi Lansia

Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

  • August 14, 2026
Bantu Kelola Sampah, Mahasiswa KKN UNY Kenalkan Ember Tumpuk dan Mini Garden

UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

  • August 14, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Prodi Baru D4 Teknologi Produksi Halal

IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

  • August 14, 2026
IDN Bantu Tingkatkan Kompetensi Warga di Kawasan Candi Prambanan

Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

  • August 14, 2026
Dukung Pengelolaan Sampah, KKN UGM Hadirkan Kompor Roket di Pulau Bawean

Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman

  • August 14, 2026
Polsek Sleman Selidiki Pembuang Bayi di Zona Klitikan Pasar Sleman