Banjir Tapanuli: 8 Warga Tewas, 2.800 Mengungsi

BANJIR dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, menewaskan delapan orang, melukai 58 warga, dan memaksa 2.851 orang mengungsi.

Hasil kaji cepat menunjukkan bencana ini berdampak pada 11 kecamatan, termasuk Sipirok, Marancar, Batangtoru, Angkola Barat, Muara Batangtoru, hingga Angkola Muaratais.

Sebanyak 50 rumah rusak dan dua jembatan terputus di wilayah tersebut. BPBD bersama tim gabungan telah melakukan pendataan dan membuka jalur alternatif Pangaribuan–Silantom sebagai akses pengganti.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, banjir dan longsor turut merusak infrastruktur dan mengisolasi beberapa wilayah.

Sementara itu, 1.902 rumah terdampak banjir di Kabupaten Tapanuli Tengah yang meliputi sembilan kecamatan, seperti Pandan, Sarudik, Barus, Sorkam, hingga Pinangsori.
BPBD setempat telah mendirikan tenda pengungsian dan menyalurkan bantuan kebutuhan dasar.

BACA JUGA  BNPB Salurkan DSP untuk Penanganan Korban Gempa di Jabar

BPBD menegaskan data korban dan wilayah terdampak masih bersifat sementara dan dapat bertambah mengikuti hasil kaji cepat lanjutan.

Banjir Tapanuli dipicu dua siklon

BMKG melalui TCWC Jakarta melaporkan bahwa cuaca ekstrem di Sumatra Utara dipicu oleh Siklon Tropis KOTO di Laut Sulu dan Bibit Siklon 95B di Selat Malaka.
Kedua sistem cuaca ini meningkatkan curah hujan dan angin kencang di wilayah Sumatra bagian utara.

Bibit Siklon 95B memicu pembentukan awan konvektif masif dari Aceh hingga Sumatra Utara. Dan Siklon Tropis KOTO memperkuat hujan melalui pola belokan angin dan penarikan massa udara basah.

BMKG juga memperingatkan potensi hujan sedang–lebat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, serta angin kencang di beberapa wilayah.

BACA JUGA  Warga Terdampak Erupsi Lewotobi Mulai Tinggalkan Pengungsian

Gelombang tinggi mencapai 2,5-4 meter diperkirakan terjadi di perairan Selat Malaka, timur Sumatra Utara, serta Samudra Hindia barat Aceh hingga Nias.

BNPB mengoordinasikan percepatan penanganan darurat bersama pemerintah daerah dan terus memantau situasi di Tapanuli Raya.

“Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari mendatang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. Abdul Muhari. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Walikota Bandung Sebut Wilayahnya Terbuka untuk Pendatang

KOTA Bandung merupakan kota yang terbuka bagi mereka yang ingin datang untuk bekerja, belajar, maupun memulai usaha. Yang penting tertib administrasi kependudukan bagi para pendatang yang ingin menetap di Kota…

Pemkab Sleman Raih Opini WTP Atas LKPD Tahun Anggaran 2025

PEMERINTAH Kabupaten Sleman kembali meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 yang diserahkan BPK, Jumat (13/3) malam. Pencapaian itu menandai keberhasilan Pemerintah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

OJK Beri Sanksi Larangan Seumur Hidup di Pasar Modal untuk Benny

  • March 14, 2026
OJK Beri Sanksi Larangan Seumur Hidup di Pasar Modal untuk Benny

Walikota Bandung Sebut Wilayahnya Terbuka untuk Pendatang

  • March 14, 2026
Walikota Bandung Sebut Wilayahnya Terbuka untuk Pendatang

Pemkab Sleman Raih Opini WTP Atas LKPD Tahun Anggaran 2025

  • March 14, 2026
Pemkab Sleman Raih Opini WTP Atas LKPD Tahun Anggaran 2025

Menu MBG Harusnya Disesuaikan dengan Kebutuhan Nutrisi Siswa

  • March 14, 2026
Menu MBG Harusnya Disesuaikan dengan Kebutuhan Nutrisi Siswa

BMKG: Waspadai Potensi Hujan dan Banjir saat Idulfitri di Jabar

  • March 14, 2026
BMKG: Waspadai Potensi Hujan dan Banjir saat Idulfitri di Jabar

Wabup Mimik Idayana Klaim Sukses Lobi APBN untuk Bangun Infrastruktur

  • March 14, 2026
Wabup Mimik Idayana Klaim Sukses Lobi APBN untuk Bangun Infrastruktur