
MENTERI Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, mendorong pelibatan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pemenuhan konsumsi jemaah pada penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M. Hal itu disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur, Jumat.
“Kemenhaj RI mendorong pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam pemenuhan konsumsi jemaah haji 2026. Pelibatan ini tentunya dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujar Irfan Yusuf di Surabaya.
Ia menyebut potensi UMKM Jawa Timur sangat besar, apalagi setelah pihaknya diajak Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk mencoba sejumlah produk makanan ready to eat buatan lokal. “Ini peluang yang harus dioptimalkan,” tambahnya.
Dalam agenda kunjungan tersebut, Menhaj Irfan Yusuf juga membahas berbagai persiapan haji 2026 bersama Gubernur Khofifah, mulai dari kesiapan Asrama Haji Sukolilo, Kantor Kanwil Kemenhaj, fasilitas PLHUT, hingga skenario kuota haji reguler dan kuota Petugas Haji Daerah (PHD).
“Kemenhaj dan Pemprov Jawa Timur sudah berkoordinasi intens. Untuk PHD, kami sampaikan bahwa pejabat yang terlibat maksimal setara eselon IV, demi memastikan layanan terbaik bagi jemaah,” jelasnya.
Ia menambahkan, bagi kabupaten/kota yang belum memiliki gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), layanan haji dan umrah sementara masih bergabung dengan Kemenag setempat. (*/S-01)









