PVMBG Keluarkan Larangan Aktivitas di Besuk Kobokan

PUSAT Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM, resmi menaikkan status aktivitas Gunung Semeru menjadi Level IV (Awas), Rabu (19/11) pukul 17.00 WIB.

Kenaikan level ini disertai larangan bagi masyarakat maupun wisatawan untuk beraktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Sungai Besuk Kobokan, Lumajang, hingga radius 20 kilometer dari puncak gunung.

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid menjelaskan bahwa erupsi terjadi pada pukul 14.13 WIB berupa awan panas guguran yang berlangsung beruntun. “Jarak luncur tidak dapat teramati karena visual Gunung Semeru tertutup kabut. Awan panas masih berlangsung dengan amplitudo maksimum 37 mm hingga laporan ini dibuat,” ujarnya, Rabu malam (19/11).

BACA JUGA  Arema FC Sudah Bisa Berkandang di Stadion Kanjuruhan

Menurut Wafid, aktivitas erupsi dan guguran lava masih terjadi, namun kerap tidak terlihat akibat kondisi cuaca. Data kegempaan menunjukkan aktivitas vulkanik Semeru berada pada tingkat tinggi, ditandai dengan meningkatnya gempa letusan, guguran, dan harmoni. “Guguran lava pijar semakin intensif mengarah ke Sungai Besuk Kobokan,” jelasnya.

Ia menambahkan, gempa-gempa yang terekam mencerminkan masih adanya suplai material dari dalam tubuh gunung. Sementara itu, pemantauan deformasi menunjukkan pola relatif stabil, mengindikasikan tekanan dari bagian dalam gunung api tidak mengalami lonjakan signifikan.

Berdasarkan analisis tersebut, PVMBG menetapkan peningkatan status ke Level IV (Awas) dan mengeluarkan dua rekomendasi utama:

  1. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak, serta diminta menjauh minimal 500 meter dari tepi sungai di luar radius tersebut karena potensi awan panas dan aliran lahar.
  2. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 8 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena risiko lontaran batu pijar.
BACA JUGA  Menu Makan Bergizi Gratis Hari Kedua dan Ketiga Tak Ada Susu

PVMBG mengimbau masyarakat tetap waspada, mematuhi rekomendasi keselamatan, dan mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

PULUHAN jurnalis bersama aparat kepolisian Polresta Sidoarjo menggelar doa bersama dan tahlil di Masjid Al-Ikhlas Polresta Sidoarjo, Senin (14/9) siang. Aksi solidaritas itu ditujukan untuk keselamatan lima jurnalis yang hilang…

Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

SEEKOR buaya berukuran besar kembali terlihat di tepi sungai di belakang pergudangan Central Industri Park (CIP), Desa Kemiri, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Senin (14/9) pagi. Kemunculan reptil tersebut sempat mengejutkan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

  • September 14, 2026
Polri dan Jurnalis Gelar Doa Bersama untuk Korban Kapal Virgo dan 5 Wartawan Hilang

Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

  • September 14, 2026
Presiden Resmi Melantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

  • September 14, 2026
Buaya Berukuran Besar di Tepi Sungai Sidoarjo Kagetkan Rombongan Guru

Inovasi SaClay Mahasiswa UPNVY, Perpanjang Masa Simpan Cabai hingga 15 Hari

  • September 14, 2026
Inovasi SaClay Mahasiswa UPNVY, Perpanjang Masa Simpan Cabai hingga 15 Hari

Mahasiswa UGM Cari Solusi Cegah Konflik Manusia dengan Monyet

  • September 14, 2026
Mahasiswa UGM Cari Solusi Cegah Konflik Manusia dengan Monyet

Sepuluh pemain Manchester City Bekuk Manchester United di Old Trafford

  • September 14, 2026
Sepuluh pemain Manchester City Bekuk Manchester United di Old Trafford