BNPB Siap Relokasi 28 Rumah di Zona Rawan Longsor Majenang

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan akan merelokasi 28 rumah  yang dihuni warga tinggal di wilayah kritis rawan longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Sedikitnya 28 rumah berada di zona berbahaya dan perlu dipindahkan demi keselamatan penghuni.

Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa proses relokasi akan dilakukan setelah seluruh penanganan darurat selesai. Pemerintah Kabupaten Cilacap disebut telah menyiapkan lahan khusus yang dinilai lebih aman untuk hunian baru warga.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mengosongkan area terdampak sementara waktu guna menghindari risiko longsor susulan.

“Ada 28 rumah yang harus direlokasi. Pemerintah daerah telah menyiapkan lokasi relokasinya. Sehingga setelah proses tanggap darurat selesai, relokasinya sudah kita siapkan,” ujar Suharyanto, Jumat (15/11).

BACA JUGA  41 Rumah Rusak di Karawang Dampak Gempa Bekasi

“Kita ungsikan dulu warga yang berada di titik-titik rawan agar meninggalkan rumah, jangan sampai ada longsor susulan yang mengakibatkan korban tambahan,” tambahnya.

Hingga kini, tim SAR gabungan yang berjumlah sekitar 200 personel dari Basarnas, BPBD, Tagana, PMI, TNI, Polri, relawan, dan warga setempat masih melakukan pencarian terhadap 20 orang yang dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor.

BNPB juga telah mengerahkan alat berat serta pompa alkon, dan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi selama masa tanggap darurat. (*/S-01)

BACA JUGA  Tim DVI Polda Jatim Identifikasi 50 Korban Ponpes Al Khoziny

Siswantini Suryandari

Related Posts

Lomba Futsal Pakai Sarung Ramaikan Perayaan HUT ke-81 RI

DALAM rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, warga Perumahan Surya Regency Kecamatan Gedangan, Sidoarjo, menggelar turnamen futsal unik antar-RT dengan mewajibkan para pemain bapak-bapak mengenakan kain sarung…

Gunung Merapi Alami 117 Kali Guguran Lava dan 1.416 Gempa dalam Sepekan

DALAM waktu sepekan dari Jumat (31/7) hingga Kamis (6/8), Gunung  terjadi sekali awan panas guguran dengan jarak luncur yang tidak teramati. Pada periode yang sama, teramati terjadinya guguran lava sebanyak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim KKN UGM Optimalkan Bank Sampah Lewat Komposter dan Ecobrick

  • August 10, 2026
Tim KKN UGM Optimalkan Bank Sampah Lewat Komposter dan Ecobrick

Lomba Futsal Pakai Sarung Ramaikan Perayaan HUT ke-81 RI

  • August 10, 2026
Lomba Futsal Pakai Sarung Ramaikan Perayaan HUT ke-81 RI

Banyak Karhutla, Menhut Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

  • August 10, 2026
Banyak Karhutla, Menhut Minta Aparat Lakukan Penyelidikan

Tidak Mau Kegiatan Belajar Terganggu, Sekolah Harapan Ibu Terapkan PJJ

  • August 9, 2026
Tidak Mau Kegiatan Belajar Terganggu,  Sekolah Harapan Ibu Terapkan PJJ

Umar Haen Rilis Album Kedua Bertajuk Busa Sabun Masuk ke Mata

  • August 9, 2026
Umar Haen Rilis Album Kedua Bertajuk Busa Sabun Masuk ke Mata

AC Milan Digasak Chelsea, Amorim Kagumi Militansi Milanisti

  • August 8, 2026
AC Milan Digasak Chelsea, Amorim Kagumi Militansi Milanisti